BREAKING NEWS
 

BPIP: GP Ansor Sebagai Agen Pemersatu Bangsa Yang Membumikan Pancasila

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 6 Februari 2021 18:08 WIB
Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo dalam acara rembuk Nasional Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Islamiah yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (6/2). (Foto: BPIP)

 Sebelumnya 
Anang juga berpesan agar dalam setiap penyelengaraan acara juga kegiatan di masyarakat, tetap harus menerapkan protokol kesebatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Menteri Agama yang sekaligus Ketua GP Ansor Yaqut Choilil Coumas menyatakan bahwa komitmen GP Ansor terhadap NKRI dan Pancasila tidak perlu dipertanyakan lagi.

Adsense

"Terkait Ukhuwah Islamiah tidak hanya sekadar persaudaraan semua umat Muslim, Tapi ukhuwah Islamiyah juga merupakan persaudaraan yang dapat menunjukkan nilai nilai keislaman yang baik," ujar Yaqut.

Ia menambahkan Yakut bahwa Indonesia sudah sesuai dengan syariah, karena juga didirikan oleh pemimpin dan alim ulama dari berbagai organisasi Islam,  sehingga mustahil tidak memenuhi nilai keislaman. "Agama harus menjadi inspirasi bagi kehidupan karena agama memiliki nilai nilai kebaikan dan kehormatan maka segala tindakan dan usaha menjaga agama tidak boleh bertentangan dengan kemaslahatan semua orang," tegas Yaqut.

Baca juga : Ini Penjelasan Pemerintah, Soal 2 Juta Data Kasus Covid Yang Belum Dilaporkan Secara Resmi

Hal senada disampaikan oleh Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Benny Susetyo. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Benny menambahkan bahwa jika sila pertama dibatinkan maka nilai kemanusiaan itu akan selalu tercermin. "Jika sila pertama dibatinkan oleh semua orang termasuk pejabat dan pemangku kepentingan tidak akan ada lagi korupsi dan masalah lainnya karena takut kepada Tuhan. Bahkan ujaran kebencian pun tidak akan ada. Nilai kemanusiaan akan tercermin," tegas Benny.

Benny menambahkan masyarakat Indonesia sekarang sedang menghadapi tantangan akibat dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

"Manusia menjadi alat atau seperti robot dan terasing dari realitas yang beragam hingga tenggelam dalam kebenarannya sendiri yang sesungguhnya telah dibajak dan digunakan oleh kepentingan lain seperti perpecahan dan politik identitas hingga mereka tenggelam lebih banyak dalam hoax dan ujaran kebencian," tuturnya.

Baca juga : BPS Waspadai Banjir Ganggu Distribusi Pangan

Sila pertama dijelaskan Benny harus dibatinkan oleh setiap orang. "Ketuhanan Yang Maha Esa adalah setiap kebijakan dan tingkah laku yang dibuat mencerminkan nilai nai ketuhanan, bukan sekedar formalitas hingga lebih mengedepankan identitas agama dan melupakan nilai nilai ketuhanan," tegas Benny.

Ia berharap GP Ansor harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tantangan zaman ini seperti dehumanisme dan ujuran kebencian di ruang publik yang mendistraksi perkembangan bangsa indonesia.

"Medsos diisi dengan hal produktif dan mampu membuat perubahan positif bagi bangsa. Kunci persaudaraan adalah yang bisa menyatakun kita, Ekslusifitas agama juga harus dihentikan karena ini yang mendorong radikalisme dan perpecahan akibat politik identitas,mengembalikan fitrah kebangsaan dan Pancasila," jelas Benny.

Benny berharap pembumian dan penanaman nilai Pancasila ini adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat tanpa terkecuali. Semua pihak agar dapat mendorong pengadaan kembali Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan upacara bendera pada tata pendidikan indonesia dengan memasukkannya dalam perubahan UU Sisdiknas," ujar Beni.

Baca juga : Gubernur Banten Perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Romo Benny juga berharap GP Ansor dapat menjadi agen persatuan serta mampu membantu membumikan Pancasila sebagai sarana perekat bangsa. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense