Dark/Light Mode

Milad Ke-24, GPMI Imbau Umat Islam Jaga Persatuan dalam Bingkai Pancasila

Minggu, 29 Nopember 2020 17:45 WIB
Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya, Syarief Hidayatulloh saat acara Milad GPMI ke 24 tahun di Sekretariat GPMI Jakarta Raya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11) malam.
Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya, Syarief Hidayatulloh saat acara Milad GPMI ke 24 tahun di Sekretariat GPMI Jakarta Raya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11) malam.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) menggelar acara Milad ke-24 tahun. Acara milad diselenggarakan GPMI Jakarta Raya, Sabtu (28/11) malam di Sekretariat GPMI Jakarta Raya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Acara Milad tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan ulama. Di antaranya adalah Ketua Dewan Pembina GPMI Pusat yang juga Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia Hamdan Zoelva, Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Ahmad Sobri Lubis, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan KH Nawawi Hakam, Pengasuh Pondok Pesantren Al Musyarofah, Petukangan, KH Ahmad Nawawi, dan sejumlah ulama serta tokoh lainnya.

Ketua GPMI Jakarta Raya, Syarief Hidayatulloh menyatakan, protokol kesehatan ketat tetap diterapkan sepanjang rangkaian acara Milad. Ini sesuai dengan aturan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menekan jumlah kasus Covid-19. "Milad kali ini berlangsung amat khidmat. Di tengah wabah Covid-19. GPMI tetap patuh terhadap ketentuan yang telah ditetapkan oleh Gubernur Anies Baswedan dan pemerintah," kata Ketua GPMI Jakarta Raya, Syarief Hidayatulloh, dalam sambutannya.

Berita Terkait : Jaga Persatuan, Pemuda Pancasila Dorong Rekonsiliasi Nasional

Panitia hanya menyediakan 50 persen dari kuota maksimal ruangan untuk menjaga jarak aman. Panitia juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun serta peserta yang hadir wajib memakai masker. Selain itu, ada petugas yang mengecek suhu dan memantau protokol kesehatan sepanjang acara.

Dalam kesempatan ini, Syarief mengingatkan kepada seluruh pengurus GPMI Pusat dan Jakarta Raya pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Pancasila.

"Kepada seluruh kader, anggota dan pengurus GPMI selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Bergandeng tangan, membantu satu sama lainnya, jangan terprovokasi oleh hal-hal yang belum tentu kebenarannya," imbaunya.

Berita Terkait : Pelanggar Protokol Kesehatan Jangan Kambing Hitamkan Pilkada

Senada, Hamdan Zoelva juga menekankan pentingnya kesatuan dan kekuatan umat dalam mewujudkan persatuan bangsa. Umat Islam, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, harus bahu membahu membangun persuadaraan agar dapat berkiprah di seluruh bidang.

Hamdan bercerita, dia mendirikan GPMI bersama Aktivis Islam Ahmad Sumargono. Dia ingat betul, GPMI dibentuk untuk menguatkan persaudaraan Islam dan menguatkan bangsa. "Saya ikut hadir saat deklarasi bersama Bang Gogon (Ahmad Sumargono) 24 tahun silam. Almarhum Bang Gogon seperti kita ketahui sosok yang sangat kuat dalam keislaman dan kebangsaannya," ungkap Hamdan.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) GPMI K.H Aslih Ridwan menambahkan, di usianya yang Ke-24, GPMI terus mencoba membangun peradaban umat dengan meluncurkan beberapa program untuk persaudaraan seperti meluncurkan Gerakan Magrib Mengaji, GPMI Peduli dan aksi bakti sosial selama pandemi Covid-19, serta kegiatan pengajian rutin. [FAQ]