BREAKING NEWS
 

Belajar Dari Komunikasi Propaganda Donald Trump

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 11 Februari 2021 05:04 WIB
Fita Fathurokhmah, Dosen Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. (Foto : Istimewa)

 Sebelumnya 
Strategi Komunikasi Propaganda Donald Trump

Trump menggunakan strategi komunikasi propaganda untuk meningkatkan gerakan politik untuk kampanye yang dibangun di atas otoritarianisme dan perpecahan. Hal ini membuat Trump kalah dalam kontestasi Pilpres AS 2020. Wacana publik dilakukan dengan kebencian yang besar melalui pidato dan tweet Twitter. Terdapat 16 perangkat propaganda yang telah dilakukan Donald Trump.

Baca juga : Belajar Dari China

 1. Ad Hominem; serangan terhadap lawan dengan panggilan nama jelek, itu merupakan kesalahan logis Trump, menggunakan bahasa kasar, menyinggung. Trump menyerang lawannya dengan menyoroti penampilan fisik lawan, ciri ucapan, pribadi, karakter kecerdasan lawan, itu untuk merusak kredibilitas lawan. Sasaran Trump reporter, politisi, atau pemimpin dunia, suatu organisasi. Trump fokus menyerang lawan daripada menjawab argument lawan politik Joe Biden.

2. Anecdote; cerita pendek berbentuk tertulis tetapi Trump biasanya mengucapkan secara lisan terkait topik tertentu. Trump menggunakan narasi palsu untuk mendukung klaimnya sebagai pemenang tangguh dan sempurna: "Saya mengalahkan China sepanjang waktu" dan "Sejauh ini saya akan menjadi yang terbaik dalam memerangi terorisme" Keduanya dapat dianggap sebagai anekdot palsu.

Baca juga : KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

3. Appeal to Fear merupakan taktik menakuti; ketika informasi negative, ambigu digunakan untuk mendiskreditkan lawan. Taktik menakut-nakuti cukup efektif karena menabur ketidakpastian dan informasi yang salah.

4. Appeal to Ignorance Trump dalam demonstrasi politik, pidatonya, dan akun Twitter-nya menggembar gembor dirinya berpendidikan, cerdas walaupun tidak ada bukti yang membantahnya, seruan ketidaktahuan yang semua dibangun dengan ketidakpastian.

Baca juga : Dua Bulan Menikah, Puteri Komarudin Minta Didoakan Hamil

5. Bandwagon; menarik masyarakat dengan popularitas dan otoritasnya agar orang banyak ikut-ikutan atas gagasan yang disampaikan Trump, membuat banyak orang percaya apa saja yang diucapkannya benar dan pasti.

6. Black and White: Trump tidak memberikan argumentasi alternatif atau posisi tengah dalam strategi komunikasi propagandanya. Trump hanya menyajikan sudut pandang black and white.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense