Sebelumnya
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Maxi Rein Rondonuwu. Menurutnya, BPOM dan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), tengah mengkaji efek samping AstraZeneca yang dikabarkan mengakibatkan pembekuan darah tersebut.
“Karena ada laporan terkait masalah laporan di Eropa, BPOM dan ITAGI sudah rapat meminta data-data lagi terkait dengan efek samping Astrazeneca,” ujar Maxi, dalam konferensi pers virtual, kemarin.
Baca juga : Jangan Khawatir, Tak Ada Vaksin Yang Kedaluwarsa
Pemerintah akan membeli 50 juta dosis vaksin AstraZeneca. Sebanyak 113.600 telah didatangkan ke Indonesia untuk program vaksinasi Covid-19. Maxi mengatakan, vaksin AstraZeneca tersebut saat ini belum didistribusikan ke daerah-daerah. Kemenkes baru akan melakukan distribusi, setelah BPOM dan ITAGI memastikan penggunaan vaksin Covid-19 asal Inggris tersebut aman digunakan. “Kita tunggu saja,” tuturnya.
Sementara Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, sedang mengevaluasi empat kandidat vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Beberapa vaksin yang sedang dalam proses evaluasi di BPOM, yaitu vaksin AstraZeneca Biological Germany, SARS Cov2 Vaccine Inactivated buatan Sinopharm, Sputnik V produksi Rusia, dan Covovax produksi dari Novavax USA.
Baca juga : Bahaya Asesoris Kalung Masker
“Untuk empat vaksin ini diperlakukan syarat yang sama untuk data klinik dan preklinik,” kata Penny, saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR, di Senayan, Jakarta, kemarin.
Evaluasi terhadap empat vaksin Covid-19 tersebut, kata dia, mencakup juga pengkajian ulang di tahap Good Laboratory Practice (GLP), Good Clinical Practice (GCP), dan Good Manufacturing Practice (GMP) yang telah dimiliki otoritas obat terkait. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.