BREAKING NEWS
 

Mudik Dilarang, Wisata Diizinkan

Pemerintah Membingungkan

Reporter & Editor :
APRIANTO
Sabtu, 27 Maret 2021 07:37 WIB
Konferensi pers mengenai libur mudik Idul Fitri 1432 Hijriah/tahun 2021 di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Foto: Humas Kemenko PMK)

 Sebelumnya 
Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menyayangkan inkonsistensi kebijakan dan strategi pemerintah dalam menangani pandemi. Di satu sisi, mudik dilarang. Tapi, di lain sisi, wisata malah dibuka.

“Sudah terbukti, inkonsistensi dalam strategi dan kebijakan terkait arus mudik dan mobilisasi ini, memperburuk pandemi,” kata Dicky, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia mengingatkan, pemerintah jangan terlena dengan turunnya kasus Covid-19 saat ini. Karena, bisa saja penurunan itu akibat jumlah tes yang rendah. Tidak terlihat, bukan berarti tidak terjadi. “Deteksi dini kita hampir satu tahun ini tidak signifikan perbaikannya,” kritiknya.

Baca juga : Ketua DPD Minta Pemerintah Jamin Sirkulasi Daging Lancar

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengkritisi gaya komunikasi pejabat selama pandemi Covid-19. “Seringkali pejabat-pejabat kita itu nggak pikir panjang. Komunikasi politik dan komunikasi publiknya tidak baik. Itu sangat berbahaya. Bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik,” kata Pandu, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dalam hal pemilihan kata, misalnya. Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini, menilai penggunaan diksi “dilarang” mudik kurang tepat. Lebih baik diksi dibatasi. “Orang Indonesia kan semakin dilarang, justru keinginan untuk melanggar semakin tinggi. Karena kalau berhasil, bisa dianggap prestasi,” imbuhnya.

Buktinya, tahun lalu, larangan mudik tetap kebobolan. Banyak yang tetap bisa pulang kampung dengan berbagai cara.

Baca juga : Mudik Dilarang, Kemenhub Siapkan Aturan Pengendalian Transportasi

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay juga melihat adanya inkonsistensi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan. Selain juga minimnya ketegasan dalam penerapan protokol kesehatan. “Saya melihat ada kebijakan antara menjaga kesehatan dan menjaga ekonomi. Sehingga jadi campur aduk. Ini (mudik) diketatin, ini (wisata) dilonggarin. Sehingga kelihatan inkonsistensi,” ucap Ketua Fraksi PAN ini.

Di Twitter, larangan mudik ini trending topic. Hingga pukul 23.WIB, ada 22 ribu cuitan dengan kata kunci mudik.

Dokter Onkologi, Zubairi Djoerban ikut berkicau dengan kata kunci itu. “Mudik dilarang. Oke. Dan saya tidak dalam posisi setuju atau nggak. Tapi, lebih ingin konsistensi pada tiap implementasi kebijakan Covid-19. Jika di dalam Commuter Line saja masih berkerumun, tentunya akan membuat publik bertanya-tanya terhadap tiap kebijakan baru yang dibuat,” kritiknya di akun @ProfesorZubairi.

Baca juga : Penilaian Penggunaan TKDN, Pemerintah Bakal Libatkan Surveyor

“Melarang orang mudik itu niat bagus. Tapi pelaksanaan di lapangan sangat-sangat susah,” timpal dokter Tirta Mandira Hudhi di akun @tirta_hudhi. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense