BREAKING NEWS
 

Sektor Konsumsi Diramal Loyo

Larangan Mudik Gerus Kinerja Kuartal II-2021

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Minggu, 28 Maret 2021 05:52 WIB
Penumpang antre untuk memasuki area peron di memasuki Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (25/12/2020). (Foto : ANTARA).

 Sebelumnya 
“Sejak awal Maret, aktivi­tas masyarakat di luar rumah menunjukkan sinyal positif. Aktivitas di tempat perbelan­jaan retail dan transportasi juga meningkat, yang akan ikut men­dorong pertumbuhan ekonomi,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (25/3).

Dia meyakini, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 juga akan jauh lebih cepat, karena pada kuartal II-2020 basisnya juga su­dah menurun di -5,3 persen.

Kuartal II tahun ini diyakininya menjadi momentum pembalikan perekonomian tahun ini ke arah positif.

Baca juga : Soal Larangan Mudik, Bos Garuda Nunggu Aturan Detailnya

Menkeu mengatakan, upaya pemulihan yang berjalan sejak tahun 2020 harus diakselerasi di tahun 2021. Sehingga, dapat memberikan penciptaan kesem­patan kerja dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat dan dunia usaha berperan juga besar dalam mengakselerasi pertum­buhan ekonomi.

“Pemerintah pun akan terus memonitor dan menyesuai­kan berbagai kebijakan sesuai dinamika di masyarakat. Hal yang paling penting adalah masyarakat bisa ikut menjaga Covid-nya dan dunia usaha mulai punya confidence untuk bangkit kembali,” tegas Ani, sapaan akrabnya.

Baca juga : Resmi Dilarang, Mudik Jadi Trending Topic

Namun, pihaknya mengakui, pemulihan ekonomi tahun ini bu­kan tanpa tantangan. Karenanya, dibutuhkan kerja sama dengan sejumlah stakeholder sehingga ekonomi tidak lagi mengalami kontraksi sangat dalam.

“Dalam kondisi ini, pemerintah tidak hanya andalkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), Presiden bah­kan dengan Menko Perekono­mian terus melakukan dukungan untuk reformasi di dalam kegiatan investasi kita. Makanya Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja menjadi sangat penting,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, pe­mulihan ekonomi Indonesia ter­jadi sangat konsisten sejak kuartal III-2020. Bahkan, Kemenkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 dapat mencapai 7 persen.

Baca juga : Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021

“Kuartal II menjadi basis pal­ing rendah di 2020. Sehingga tahun ini akan tumbuh sangat signifikan. Hitung-hitungan kami terakhir, bisa di atas 7 persen secara year on year,” ujarnya.

Sedangkan secara kumu­latif 2021, ekonomi Indonesia diproyeksi akan tumbuh di rentan 4,5 persen sampai 5,3 persen. Optimisme ini tergambar dari dinamika dan perilaku pasar.

“Tanda-tanda pemulihan itu muncul di triwulan I-2021 dari penguatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, pulihnya kinerja ekspor impor maupun belanja masyarakat, serta mem­baiknya konsumsi dan investasi secara terbatas,” tegasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense