Sebelumnya
Setali tiga uang dengan Hetifah, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mendukung untuk segera dilaksanakan PTM terbatas.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, proses belajar mengajar secara tatap muka penting dilakukan, untuk menghindari learning loss.
Baca juga : Pertamina Berikan Layanan Medis Terbaik Bagi Warga Terdampak Insiden Balongan
"Kondisi ketika anak-anak kita akhirnya lebih banyak bermain online, tidur di rumah atau hanya mendengarkan guru tanpa memperhatikan, harus kita hadapi dan harus kita ubah," terang Dede.
The World Bank melansir, penutupan sekolah di seluruh dunia diperkirakan dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan seumur hidup dari generasi yang saat ini berada di usia sekolah, sebesar paling tidak 10 triliun dolar AS atau Rp 145.115,24 triliun.
Baca juga : Berlaku 1 April, Edaran Terbaru Satgas Covid-19 tentang Perjalanan Dalam Negeri
Terkait hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, penutupan sekolah memiliki dampak negatif bagi perkembangan kesehatan, pendidikan, pendapatan keluarga, dan perekonomian secara keseluruhan.
Sementara Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta, Ki Saur Panjaitan mengakui, tujuan pendidikan akan sulit dicapai, jika pembelajaran tatap muka tidak segera dilakukan.
Baca juga : Awas, Banyak Yang Nekat Pulkam Ngakali Petugas
“Kita khawatir sekali akan kehilangan satu generasi. Pembelajaran tatap muka terbatas sebaiknya bisa kita jalankan, dengan mengedepankan protokol kesehatan,” pesannya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.