Dark/Light Mode

Stok Terbatas, Uni Eropa Batal Nyumbang Vaksin Ke Negara Miskin

Senin, 22 Maret 2021 16:17 WIB
Presiden Komisioner Uni Eropa, Ursula von der Leyen. [Foto: Picture Alliance/DPA/M Kappeler]
Presiden Komisioner Uni Eropa, Ursula von der Leyen. [Foto: Picture Alliance/DPA/M Kappeler]

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Uni Eropa berbagi vaksin Covid-19 dengan negara-negara miskin akhirnya dibatalkan. Pasalnya, Benua Biru ini tengah mengalami kesulitan memasok vaksin karena kendala produksi dan distribusi.

Presiden Komisioner Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan pada media Jerman, Funke, Minggu (21/3), negara anggota UE pun saat ini masih mengalami masalah pasokan vaksin.

Baca juga : Stok Dan Distribusi Aman, Program Vaksinasi Diyakini Lancar

"Rencana mendonasikan vaksin langsung kepada negara berpenghasilan kecil dan menengah harus kami tunda sampai masalah selesai," ujarnya, dikutip Anadolu, Senin (22/3).

Bulan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, negara-negara Uni Eropa dapat menyumbangkan sekitar 5 persen vaksin yang mereka terima dari produsen ke negara-negara Afrika. Hal itu guna membantu proses vaksinasi dokter dan petugas kesehatan di wilayah tersebut.

Baca juga : Spurs Dan Arsenal Menang, Man United Ditahan AC Milan

Sejauh ini, Uni Eropa telah memesan hampir 2,6 miliar dosis vaksin dari produsen vaksin Covid-19 terkemuka. Namun hingga pertengahan Maret, hanya sekitar 70 juta dosis vaksin yang dikirimkan ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Terlepas dari tujuan mereka memvaksinasi 70 persen populasi orang dewasa pada akhir musim panas, negara-negara Uni Eropa secara signifikan tertinggal dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel dalam cakupan vaksinasi Covid-19. Negara-negara Uni Eropa sejauh ini telah memberikan 56 juta dosis atau setara dengan 6,3 dosis untuk setiap 100 orang di benua tersebut.

Baca juga : Impor Beras Bakal Rugikan Negara

Tahun lalu, Komisi Eropa diamanatkan oleh negara-negara anggota untuk mengatur pengadaan bersama vaksin. Namun dalam beberapa pekan terakhir, mereka menuai kecaman, karena dinilai terlalu lambat mengamankan kesepakatan vaksin. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.