RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Pusat Operasi Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Ferdinand Mahulette menyambangi gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri hari ini, Senin (24/5).
Ferdinand datang dalam kapasitas sebagai ahli dalam kasus masalah kebocoran data pribadi 279 juta warga negara Indonesia (WNI).
Baca juga : Satgas Mafia Polri Tanah Klaim Berhasil Selesaikan 37 Kasus
"Kami melakukan pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS Kesehatan. Kami menyampaikan dari kapasitas ahli," ujar Ferdinand usai pertemuan.
Dia enggan mengungkapkan apa saja yang dibahas dalam pertemuan dengan tim Siber Polri. Menurut Ferdinand, sampai saat ini korps baju cokelat masih menyelidiki masalah kebocoran data tersebut.
Baca juga : ZA Lolos Bawa Senpi Ke Mabes Polri, Sistem Keamanan Kantor Polisi Bakal Diaudit
"Yang bisa kami sampaikan bahwa sampai saat ini kami masih penyelidikan. Kami tidak punya kapasitas untuk menjelaskan apa yang sudah kami temukan, nanti akan sampaikan," elaknya.
Hari ini, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga mengagendakan pemanggilan terhadap Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron. Namun hingga siang tadi, belum ada tanda-tanda kedatangannya.
Baca juga : PPP Perkenalkan Pengurus Baru Hingga Bahas Ekonomi
Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan kebocoran data pribadi 279 juta WNI. Kasus itu menyeruak setelah akun bernama Kotz memberikan akses download (unduh) secara gratis untuk file sebesar 240 megabit (Mb) yang berisi 1 juta data pribadi masyarakat Indonesia.
File tersebut dibagikan sejak 12 Mei 2021. Bahkan, dalam sepekan ini ramai menjadi perhatian publik. Akun tersebut mengklaim mempunyai lebih dari 270 juta data lainnya, yang dijual seharga 6.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 86 juta. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.