RM.id Rakyat Merdeka - Kekhawatiran Covid-19 akan menggila karena warga tetap nekat mudik dan libur Lebaran, mulai menjadi kenyataan. Di Kudus, Aceh, dan Medan, Corona ngamuk. Korban pun berjatuhan. Yang mengiris hati, ada jenazah pasien Covid-19 sampai antre menunggu dimakamkan. Innalillah...
Kudus menjadi daerah yang paling parah. Kondisi salah satu kabupaten di Jawa Tengah ini, sangat memprihatinkan. Beberapa hari setelah Lebaran, kasus Covid-19 meningkat tajam, ratusan tenaga kesehatan ikut terpapar. Tercatat, ada 189 nakes yang positif Covid-19, seorang di antaranya meninggal dunia.
Parahnya lagi, angka kematian di sana melonjak. Jenazah akibat Covid-19 membludak. Dalam sehari, jenazah yang harus dikubur dengan protokol kesehatan, mencapai puluhan. Pada Selasa (1/6) misalnya, ada 32 jenazah yang harus dikebumikan.
Baca juga : Setahun Wisma Atlet Jadi Rumah Sakit Darurat, Doni Monardo Beri Apresiasi dan Semangat
Petugas pemulasaran yang tergabung dalam Cekathil Link di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun kewalahan. Sebab, mereka hanya berjumlah 20 orang. Itu pun bekerja dengan shif. Sementara, setiap proses pemakaman, tim pemulasaran terdiri dari 10 orang. Mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memakamkan satu jenazah.
Akibatnya, proses pemakaman harus antre, menggunakan sistem waiting list. Jenazah pun tergeletak di ruang mayat, menunggu urutan untuk dikubur.
Mengatasi hal itu, Bupati Kudus, Hartopo menambah personel pemakaman dari Polres sebanyak 15 orang. Mereka sudah melalui proses pelatihan pemulasaran jenzah Covid-19.
Baca juga : Tahap Pertama, 10 Daerah Di Jawa Timur Tuntas Divaksin
Dia memastikan, tidak ada lagi jenazah Covid-19 yang antre dimakamkan. “Untuk pemulasaraan selesai. Pemulasaraan tidak ada masalah. Kemarin overcapacity, karena sampai 32 (angka kematian). Tidak pernah sebanyak itu," kata Hartopo, kemarin.
Melihat kondisi ini, Rabu (2/6), Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Ganip Warsito langsung turun ke Kudus. Kepala BNPB yang baru diangkat itu, juga memberikan dua unit tenda isolasi, 20 ribu lembar masker kain, 10 ribu lembar masker anak, dan cairan pencuci tangan sebanyak 80 liter.
Keesokan harinya, Ganip meninjau Pasar Bitingan. Di sana, dia melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dilakukan di satu pusat jual beli di Kota Kretek itu.
Baca juga : Anies Dan Emil Pilih Di Samping Buruh
Ganip berkeliling, menyapa para pembeli dan pedagang pasar didampingi Hartopo. Ganip juga menyosialisasikan protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dia berharap, masyarakat dapat membantu pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.