BREAKING NEWS
 

Bisnis Masih Lesu

Pengusaha Cemas Ada PSBB Lagi

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Minggu, 20 Juni 2021 07:40 WIB
Ilustrasi pusat perbelanjaan (Foto : PIXABAY-hpgruesen).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku usaha waswas dengan melonjaknya angka penularan Covid-19. Penerapan pembatasan ketat yang dilakukan oleh pemerintah, dapat menekan roda bisnis yang sudah mulai berjalan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hari­yadi Sukamdani mengatakan, pengusaha mulai cemas akan kembali diberlakukannya Pem­batasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti sebelumnya.

“Kita sudah takut. Ini berat, arahnya sudah ke PSBB lagi. Tapi kita masih tunggu pemerintah memberi kewenangan. Sudah lampu merah ini,” kata Hariyadi, Jumat (18/6).

Baca juga : Menaker Minta Pengusaha dan Pekerja Perkuat LKS Tripnas

Dia memastikan, jika PSBB kem­bali diperketat akan banyak usaha yang mengalami kesulitan arus keuangan karena lesunya bisnis.

Menurut Hariyadi, pengu­saha sudah melakukan protokol kesehatan ketat. Namun, ini kembali lagi ke masyarakat. “Ini serius, dan harus siap-siap lagi kalau PSBB,” ujarnya.

Bos Sahid Grup ini menjelas­kan, dalam kondisi perusahaan yang tertekan akibat adanya pan­demi, keuangan belum seimbang terutama dalam kemampuan membayar pinjaman yang mem­bengkak. Apalagi, pendapatan perusahaan saat ini masih minim. “Untuk pemulihan perusahaan, cost akan besar,” akunya.

Baca juga : Kasus Nurdin Abdullah, KPK Panggil Lagi Pengusaha Alkes Imelda Obey

Dia berharap, jika PSBB kem­bali diperketat diperlukan relak­sasi pajak daerah agar pengusaha tidak semakin tertekan.

“Khusus Jakarta, kami ber­harap diberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Banyak perusahaan tidak mam­pu bayar PBB karena usahanya tidak normal. Harus dilihat lagi pajak terkait retribusi daerah, karena perusahaan tidak beroperasi penuh,” pinta Hariyadi.

Adsense

Ketua Asosiasi Pusat Perbelan­jaan Indonesia (APPBI) Alphon­zus Widjaja juga cemas melihat angka penularan Covid-19 yang terus melonjak, dan akan terjadi pembatasan seperti tahun lalu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense