Sebelumnya
Dalam cuitan lainnya, Fahem meminta orang yang terpapar Corona untuk tidak panik. Tidak perlu berburu oksigen maupun obat-obatan lain saat menjalani isolasi mandiri. “Jangan Panik (Stay Calm), >85 persen pasien Corvid-19 tidak membutuhkan oksigen ekstra, antivirus, atau rawat inap. Mereka dapat sembuh di rumah dengan pengobatan simtomatik. Jika Anda berusia di bawah 60 tahun dengan oksimetri nadi >92 persen, kemungkinan besar Anda termasuk di antara 85%,” jelasnya.
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Faqih sependapat dengan Faheem Younus. “Iya jangan panik. Tapi kita harus mempercepat shelter-shelter sebagai tambahan tempat perawatan,” jelasnya saat dihubungi, kemarin.
Baca juga : Ngeri, Covid Renggut Nyawa 3 Warga DKI Setiap 1 Jam
Hal ini bertujuan agar masyarakat yang saat ini sedang sakit bisa mendapatkan tempat perawatan, dan bisa dirawat dengan baik.
Seruan juga datang dari Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying untuk keperluan isolasi mandiri. Cukup membeli barang yang benar-benar diperlukan.
Baca juga : Perangi Corona, Inggris Mau Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin
Menurutnya, ada beberapa barang yang diperlukan pasien Corona selama isolasi mandiri. Yakni, oxymeter untuk mengecek saturasi oksigen, termometer guna mengukur suhu tubuh secara berkala, serta ketersediaan obat-obatan dan vitamin. “Pantau suhu dan saturasi oksigen secara berkala dan pastikan asupan makanan dengan gizi seimbang terpenuhi setiap harinya,” ujar Wiku.
Wiku mengingatkan, jika warga melakukan panic buying, hal ini bisa memicu habisnya stok barang di pasaran. Hingga akhirnya, barang tersebut menjadi langka dan menyebabkan lonjakan harga tajam. Kondisi tersebut, lanjutnya, akan menyulitkan orang yang benar-benar membutuhkan barang tersebut.
Baca juga : Risma Latih 1.000 Nelayan Menjadi Sahabat Tagana
“Ingat, penggunaan obat-obatan selama masa pemulihan harus dengan resep dokter,” tegas Wiku.
Sementara itu, Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah telah siap apabila kasus positif menyentuh angka 40 ribu orang per hari. Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi ini, segala fasilitas pendukung seperti rumah sakit, oksigen, hingga obat-obatan sudah dipersiapkan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.