Sebelumnya
Ia mengakui, kerja sama ini adalah hal yang baru bagi ketiga perusahaan. Sehingga diperlukan dukungan dari Pemerintah untuk kesuksesan program co-firing ini.
“Terutama, dari sisi kebijakan dan regulasi terkait penyediaan biomassa,” pintanya. Sementara itu, Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pihaknya memiliki potensi biomassa berbasis komoditi perkebunan yang cukup besar. Antara lain Biomassa dari komoditi kelapa sawit, karet dan tebu yang dimiliki oleh PTPN I hingga PTPN XIV.
“PTPN Group mengestimasikan dapat menyuplai 500 ribu ton tandan kosong (tankos) segar kepada PLN. Dan angka tersebut dapat berkembang hingga 750 ribu ton tankos segar per tahun pada 2024,” akunya.
Baca juga : RUU Energi Baru Terbarukan Harus Untungkan Produsen Lokal
Ia menilai, program co-firing PLTU batubara dengan biomassa merupakan salah satu Program Green Booster, yang diharapkan dapat menurunkan emisi GRK (Gas Rumah Kaca). Dan, berdampak pada kualitas udara di sekitar menjadi lebih baik.
Sebab, Co-firing biomassa akan mengurangi emisi karbondioksida. Apalagi biomassa juga mengandung sulfur yang jauh lebih sedikit daripada kebanyakan batu bara.
“Lewat program co-firing juga akan mengurangi emisi sulfur dioksida yang cukup signifikan,” katanya.
Baca juga : Deteksi Varian Delta, Gugus Tugas NTT Kirim Sample Swab Ke Jakarta
Saat ini, lanjutnya, Perhutani memiliki sumber daya kawasan hutan seluas 2,4 juta hektar (Ha) di Pulau Jawa dan Madura. Serta 1,3 juta Ha di luar Pulau Jawa yang dikelola oleh anak perusahaan.
Menurutnya, lahan-lahan tersebut bisa dikembangkan menjadi hutan tanaman. Di mana untuk tanaman energi telah mencapai kurang lebih seluas 27 ribu Ha dari rencana sekitar 70 ribu Ha.
Hal ini juga telah menjadi program dalam RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan) 2020-2024 karena peluang pasar luar negeri yang menjanjikan.
Baca juga : Dukung Energi Bersih, PLN Terapkan Bali Eco Smart Grid
“Kami menyiapkan klaster tanaman energi seluas 70 ribu Ha dan rencana industri turunannya yaitu wood chip dan wood pellet sejak 2019,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.