BREAKING NEWS
 

Tenang, Varian Delta Plus Masih Bisa Terdeteksi Lewat Tes PCR Dan Antigen

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 1 Agustus 2021 12:21 WIB
Ilustrasi varian Delta Plus (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum kelar kehebohan tentang varian Delta di Tanah Air, yang menular begitu cepat dan meningkatkan risiko rawat inap, kini varian Delta Plus telah terdeteksi di Jambi dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Apa sebenarnya varian Delta Plus itu, mengapa harus ada embel-embel kata plus di belakangnya?

Ahli Genomika Molekuler, Riza Arief Putranto mengatakan, varian Delta Plus atau varian Nepal bukanlah nama yang resmi diberikan oleh kalangan ilmiah.

Nama Varian Nepal diberikan ketika Sekretaris Negara untuk Transportasi Inggris Raya, Grant Shapps mengumumkan Portugis akan dimasukkan k dalam daftar hijau ke daftar kuning.

Baca juga : Mahfud: Sekarang Rakyat Taat Prokes Dan Rebutan Vaksin

Dalam wawancaranya dengan ITV News pada 4 Juni 2021, Shapps menyebut, mutasi Nepal menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah Inggris.

Kemudian, diketahui bahwa varian Nepal adalah varian Delta dengan tambahan mutasi K417N.

Lantas, Kementerian Kesehatan India pun menamainya varian Delta Plus, untuk membedakannya dengan varian Delta.

Namun kini, namanya juga kurang tepat karena tidak semua varian Delta Plus membawa mutasi K417N. Contohnya, varian Delta Plus yang ada di Indonesia.

Baca juga : Varian Delta Lebih Mematikan, Benarkah?

"Varian bisa membawa mutasi penanda lain, selain K417N," kata Riza via laman Instagramnya.

Adsense

Riza menjelaskan, varian ini memiliki nama resmi dalam klasifikasi PANGOLIN sebagai lineage/varian AY.1.

GISAID - lembaga bank data yang menjadi acuan data genom virus Covid-19 - menyebut, sampel varian Delta Plus paling awal ditemukan di Kerala, India pada 2 Januari 2021. Namun, data ini bisa berubah, jika ditemukan sampel lebih awal lagi.

Sementara Public Health England (PHE) mengungkap fakta, sebanyak 828 genom varian AY.1 atau Delta dengan mutasi K417N, ditemukan secara internasional pada 16 Juli 2021.

Baca juga : Lawan Varian Delta, Thailand Kombinasikan Sinovac Dan AstraZeneca

Oleh WHO, varian Delta Plus dikelompokkan dalam satu sebutan, yaitu varian Delta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense