BREAKING NEWS
 

Oh No...Kasus Turun Dikit Dilonggarin, Kasus Naik PPKM Lagi, Pandemi Nggak Kelar-kelar

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 8 September 2021 08:00 WIB
PPKM diperpanjang, pemerintah uji coba buka 20 tempat wisata. (Foto: Instagram @pandemictalks).

RM.id  Rakyat Merdeka - Keputusan pemerintah membuka tempat wisata di daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dikomentari netizen. Masyarakat diminta tidak lengah, tetap jaga protokol kesehatan (prokes).

Akun @pandemictalks mengungkap kekha­watirannya terhadap pembukaan tempat wisata. Dalam meme yang diunggah, terdapat tulisan oh no, oh no, oh no yang menandakan penolakan terhadap keputusan tersebut.

Meme itu dikomentari yang lain. “Nggak selesai-selesai pandemi. Turun dikit kasusnya, dilonggarin. Terus nanti naik lagi, PPKM lagi. Terus turun lagi, longgarin lagi. Gitu saja terus sampai Lebaran kuda. Bikin pandemi di Indonesia nggak kelar-kelar,” sindir @cindra_nsr.

Baca juga : Kasus Baru Turun Hingga 5.403, DKI Masih Betah Di 5 Besar

Akun @ichmedina berharap pemerintah segera membatalkan keputusan membuka tempat wisata.

“Plis. Tempat wisata jangan dulu dibuka, sekolah saja masih deg-degan,” katanya.

“Saya nggak yakin dengan protokol kesehatan yang dijalankan tempat wisata, nggak dikasih kelonggaran saja banyak pelangga­ran,” ungkap @budzetiara.

Baca juga : Kasus Covid-19 Di India Melonjak Lagi, Kita Jangan Lengah Ya

Akun @realme_bams mempertanyakan keputusan terburu-buru membuka obyek wisata. “Kendala terbesar di tempat wisata adalah pengawasan terhadap disiplin prokes,” ujarnya.

“Nggak pakai uji coba saja tempat wisata sudah mulai pada bejibun dan berkerumun dengan prokes yang longgar banget,” ung­kap @advadrn_.

Adsense

Sementara, @francessstefan mendukung pembukaan tempat wisata. Menurutnya, tempat wisata bisa bangkrut kalau terus-terusan ditutup. Sebagai preventif meningkatnya Covid, dia mengusulkan penggunaan sistem reservasi online.

Baca juga : PPKM=Pergi Pulang Kena Macet

“Ada sesi-sesinya gitu, biar antara rom­bongan satu dengan lainnya tidak ketemu,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense