Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penyakit Jakarta Kumat Lagi

PPKM=Pergi Pulang Kena Macet

Sabtu, 7 Agustus 2021 07:30 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (6/8/2021). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (6/8/2021). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diganti jadi Level 4, penyakit Jakarta kumat lagi. PPKM pun jadi Pergi Pulang Kena Macet.

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi Ibu Kota yang tadinya lenggang karena pemberlakuan PPKM Darurat mulai macet. Baik pagi hari mau pun siang hari.

Kemarin, kemacetan terlihat di Jalan Gatot Subroto arah Kuningan. Kemacetan mulai terasa ketika memasuki Jalan Gatot Subroto. Ketiga jalur dipenuhi mobil. Mobil pribadi, bus, dan truk memenuhi jalanan. Belum lagi ditambah motor.

Berita Terkait : Wacana Pemindahan IKN Mencuat Lagi, TIDI Beri Tanggapan Begini

Jalan Sudirman-Thamrin juga mengalami peningkatan jumlah kendaraan meskipun tak sepadat Jalan Gatot Subroto.

Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyebut peningkatan mobilitas masyarakat dilihat dari data volume kendaraan pada beberapa Gerbang Tol (GT) yang ada di Jakarta, seperti GT Halim, Cililitan, dan Tomang.

Ketiga tol itu mewakili mobilitas kendaraan yang masuk dari daerah sekitar Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok. Adapun kenaikan volume kendaraan pada minggu kedua PPKM Level 4 yang berakhir pada 9 Agustus mendatang, cukup signifikan.

Berita Terkait : PPKM Diperpanjang, TransJakarta Kurangi Operasional Bus

Volume kendaraan berada pada minggu sebelumnya sekitar 200.000-400.000 kendaraan pada setiap jalan per hari. Angka tersebut hampir menyamai volume kendaraan selama PPKM Mikro yang mencapai 350.000-550.000 kendaraan per hari.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengakui, ada kenaikan mobilitas kendaraan. Menurutnya, menjelang masuk ke PPKM Level 4 di minggu ketiga memang terjadi angka kenaikan.

“Ini kalau kita lihat dari gerbang tol yang memang hitungannya akurat berdasarkan jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta. Ini adalah dilihat dari kamera etle,” kata Sambodo.

Berita Terkait : KPK Ingatkan Ancaman Pidana Bagi Perintang Pencarian Harun Masiku

Sambodo mengatakan pihaknya masih menyekat 100 titik yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Hanya warga yang memiliki surat tanda registrasi pekerja (STRP) yang boleh melintas.
 Selanjutnya