BREAKING NEWS
 

Haji Datuk Batuah, Anggota KNIP yang Terlupakan

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 18 Oktober 2021 17:40 WIB
Pengurus harian Djago! Djago! dan Pemandangan Islam. Dari kiri ke kanan: Arif Fadhilah, Natar Zainuddin, Haji Datuk Batuah, dan Djamaluddin Tamim. [Sumber: Direpro oleh Fikrul Hanif dari Dokumentasi Narlis]

 Sebelumnya 
Pembuangan ke Digoel bukanlah sanksi yang dijatuhkan melalui proses hukum, melainkan sebuah tindakan administratif yang bersumber dari hak istimewa exorbitant rechten Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Indonesia Vol. 61, 6 April 1996, hlm. 93-118).

Boven Digoel tidak sama dengan kamp konsentrasi seperti di Jerman. Menurut Pluvier (1953), Digoel memang berbeda dengan kamp Nazi, mulai dari perlakuan terhadap para penghuninya sengaja melakukan pembiaran sampai penghuninya mati tersiksa, karena buasnya alam.

Elit pergerakan, seperti Haji Datuk Batuah cs memahami benar, sebab-sebab mereka diasingkan ke Digoel. Interniran politik ini ditempatkan di Tanah Merah. Berapa orang interniran politik ini di Tanah Merah?

Baca juga : Vaksinasi Jangan Terputus Di Dosis Satu

Ketika anggota dewan Hindia Belanda WP Hillen mengunjungi Digoel pada April 1930, tercatat penghuni kamp berjumlah 2.000 orang, termasuk 1.308 orang tahanan. Dan 70 orang di antaranya berasal dari Sumatera Barat.

Meskipun dihadapkan dengan lingkungan alam yang buas, dan serangan nyamuk malaria yang mematikan, Haji Datuk Batuah tidak pernah berubah. Ia tetap radikal, dan tidak mau tunduk pada Belanda. Bersama Mas Marco, Natar dan lainnya, ia pun diasingkan ke lokasi yang lebih menyeramkan, yakni di Tanah Tinggi.

Sampai Maret 1943, tatkala tentara Dai Nippon merangsek masuk ke Indonesia, pemerintah Belanda pun cemas. Mereka harus menyembunyikan kejahatan mereka. Dan harus segera mengeskternir para tapol ini menuju Australia. Van der Plas menyebut interniran Digoel, dengan sebutan ‘penjahat profesional’ dan antisosial -sebab Australia tidak mau menerima tahanan politik.

Baca juga : Harga Baru Saham BCA Segera Diperdagangkan

Para interniran ini ditempatkan di Kamp Tahanan Perang di Cowra, New South Wales ke 36th Australian Employment Company (AEC). Sampai akhirnya kejahatan dan kebohongan Belanda itu pun dibongkar, lewat petisi 20 Agustus 1943.

Haji Datuk Batuah dipulangkan ke Jakarta dengan menumpang kapal Angkatan Laut Australia HMAS Manoora pada Februari 1946. Pemulangan eks Digoelis secara besar-besaran, menyebabkan ketegangan hubungan diplomatik antara pihak Australia dengan pihak Belanda –terutama setelah terbukanya kedok Van der Plas, setelah eks Digoelis berhasil mengirimkan petisi pada Justice a’Beckett Terrell.

Sesampainya di Jakarta, Haji Datuk Batuah berjumpa dengan Bung Karno dan petinggi RI lainnya. Pada Mei 1946 ia kembali ke kampung halamannya di Nagari Koto Laweh –untuk kembali menggerakan dan membangun kesadaran masyarakat mengenai arti penting mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga : Ketahanan Pangan Kita Bisa Terganggu

Kedai-kedai kopi, surau, dan RRI adalah saluran politiknya untuk menggelorakan semangat juang orang Minang –di tengah invasi imprealisme Belanda. Aktivitasnya di PKI pun tidak memudar. Ia dilabeli tokoh Komunis tua oleh para peserta rapat dalam pembentukan Front Pertahan Nasional 1947 di Istana Bung Hatta Bukittinggi.

Sampai 14 Februari 1947, Haji Datuk Batuah pun diganjar selaku anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Sertifikatnya langsung ditandatangani oleh Bung Karno. Sejak saat itu, aktivitas politiknya melejit dan makin sibuk dengan siaran politiknya untuk menggelorakan mengusir kembali Belanda dari Indonesia.

Ketika Muso membujuk agar Sumatera Barat mau bergabung dengan Madiun, untuk Soviet Raya pada 18 September 1948, Haji Datuk Batuah pun menolaknya mentah-mentah. Ia juga tidak mengakui usaha Coupt yang dilakukan Muso cs.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense