Sebelumnya
Lalu tukeran nama Presiden pertama Republik Turki yakni Ataturk yang diusulkan pemerintah Turki untuk dijadikan nama jalan di Ibu Kota Indonesia.
Tapi, nama yang diusulkan itu langsung memantik kontroversi. Karena Ataturk dikenal sebagai tokoh antagonis bagi umat Islam setelah runtuhnya Kesultanan Turki Utsmani.
Baca juga : Warga Afghanistan Pakai Bitcoin Atasi Masalah Keuangan
Netizen heboh di Twitter. Salah satu yang menolak nama jalan Ataturk adalah Imam Masjid Islamic Center New York Muhammad Syamsi Ali. Menurutnya, Ataturk, selain tidak bisa diterima sebagai nama jalan tapi juga mencurigakan.
“Kemal Ataturk itu tidak saja sekuler… tapi anti agama. Semua yang berbau agama ingin dimusnahkan. Lalu sesuaikah dengan Indonesia yang berketuhanan?” cuitnya di akun @ShamsiAli2. “Mungkin Turki sedang ingin mengingatkan bangsa kita akibat dari perbuatan manusia-manusia macam ataturk..,” sindir akun @wargaDjakarta.
Baca juga : Yusril Vs Hamdan Kawan Jadi Lawan
Akun @Hilmi28 juga menolak mentah-mentah nama Ataturk. “Saya menolak nama tokoh sekuler ini dijadikan nama jalan di Jakarta. Orang ini sangat dibenci muslimin karena seorang diktator, merubah masjid jadi museum, menutup sekolah-sekolah agama, mengganti adzan, melarang jilbab dll. Tidak adakah tokoh lain? Mohon hargai perasaan ummat Islam,” pintanya.
Tapi penolakan tersebut dilawan pula oleh akun @miacantikdotcom. Menurutnya, Ataturk adalah bapak bangsa yang dihormati oleh rakyat Turki. “Buat orang Turki beliau adalah Atatürk. BAPAK Bangsa Turki. Ini PENGHORMATAN buat mereka. Perkara beliau mengubah Turki jadi Republik seküler itu adalah politik dalam negeri mereka. Presiden Erdoğan juga hormat pada founding father-nya,” serangnya balik. “Nama jalan aja kalian ributin, sini nama itu biar tak kasih nama jalan di depan rumah ku,” kicau akun @SusantoKharisma.
Baca juga : Baby Margaretha, Ingatkan Anak, Jangan Salah Bergaul
Pendukung lainnya juga datang dari akun @ElJibril4. Menurutnya tukeran nama jalan antara Soekarno dan Ataturk sudah sebanding. “Sukarno dan Ataturk itu sudah sebanding, mau diulik ulik sedemikian rupapun hanya memperlihatkan ketidakmampuan membaca sejarah saja,” sentilnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.