Sebelumnya
Sedangkan untuk Indonesia, kata BGS, alat tes PCR didapat melalui membeli dari negara lain, bukan memproduksi. Kondisi ini membuat harga PCR di dalam negeri lebih mahal dibandingkan China dan India.
Selama ini, lanjut dia, pemerintah juga tidak tinggal diam untuk memangkas harga PCR agar lebih murah lagi. Salah satunya, Kementerian Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan melakukan pemodelan untuk menyederhanakan harga reagen PCR.
Baca juga : Kemenkes Bakal Turunin Harga Tes PCR Jadi Rp 300 Ribu
“Tapi sebagai informasi, harga PCR yang ditentukan presiden sudah masuk 10 persen paling murah dibanding harga tes PCR di seluruh dunia,” ungkap BGS.
Eks Wakil Menteri BUMN ini memastikan, pemerintah juga tidak akan memberikan subsidi pada harga tes PCR. “Apakah akan ada subsidi? pemerintah tidak merencanakan ada subsidi, karena kita memang lihat harganya yang sudah diturunkan itu sudah cukup murah,” tegasnya.
Baca juga : Alhamdulillah, Di Mekkah Salat Tidak Berjarak Lagi
Bukan hanya menekan harga PCR, pemerintah juga melonggarkan aturan soal syarat PCR bagi penumpang pesawat. Bila sebelumnya hasil tes PCR hanya berlaku untuk 2x24 jam, kini diperpanjang menjadi 3 hari.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mendukung langkah pemerintah menurunkan harga tes PCR menjadi maksimal Rp 300 ribu. “Dengan adanya apa yang disampaikan oleh presiden, dan semua pihak harus menindaklanjuti dalam waktu secepat-cepatnya PCR dengan harga maksimal Rp 300 ribu,” pinta Dasco.
Baca juga : Novel Baswedan Diminta KPK Lapor
Ketua Harian Partai Gerindra ini meyakini, harga tes PCR bisa menjadi lebih murah lagi, dan tidak memberatkan masyarakat. Hal lainnya, kata Dasco, syarat PCR sebaiknya hanya diterapkan pada transportasi jarak jauh, seperti antarprovinsi atau antarnegara.
Namun, Dasco tetap mengingatkan bahwa pandemi belum selesai. Ia mengimbau harus tetep hati-hati dan patuhi protokol kesehatan. “Para ahli memprediksi masih ada gelombang ketiga walaupun kita tadi harapkan dan kita tetap harus berhati-hati. Saya imbau kepada masyarakat tetap kita menjaga prokes dengan ketat,” pesannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.