BREAKING NEWS
 

Banjir Mengintai, Formula E Dibidik KPK

Anies Hadapi Ujian Berat

Reporter & Editor :
APRIANTO
Jumat, 5 November 2021 08:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Instagram/aniesbaswedan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setahun jelang pensiun sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang namanya selalu nangkring di 3 besar bursa capres 2024, menghadapi banyak ujian. Di saat ancaman banjir mengintai Ibu Kota, muncul kabar mengejutkan KPK sedang mengusut balapan Formula E. Apakah semua ujian ini bisa dilewati Anies dengan hasil yang manis? Kita lihat saja...

Masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI bakal berakhir, Oktober tahun depan. Artinya, Anies hanya punya waktu kurang dari 1 tahun untuk menyelesaikan tugasnya memimpin Jakarta.

Meskipun sudah banyak capaian dan prestasi yang ditorehkan Anies selama 4 tahun ini, masih ada beberapa ujian yang harus dilalui Anies. Pertama, banjir di Ibu Kota yang kerap terjadi ketika musim hujan tiba.

Baca juga : Selidiki Formula E DKI Jakarta, KPK Mintai Keterangan Sejumlah Pihak

Persoalan banjir di Ibu Kota, sebenarnya tulis persoalan klasik. Ujian ini selalu datang tiap tahun di musim penghujan. Anies juga sudah mengeluarkan berbagai jurus untuk mencegah dan menanggulanginya, agar tidak terjadi banjir. Namun, kali ini, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan bakal terjadi cuaca ekstrim akibat dari La Nina.

Curah hujan dengan intensitas tinggi itu bakal mencapai puncaknya pada Februari nanti. Curah hujan yang tinggi ini berpotensi menyebabkan banjir. BMKG menyebut Jakarta sebagai salah satu provinsi yang berpotensi kena banjir.

Awal pelan lalu, banjir itu sudah kejadian. Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya telah menyebabkan 13 RT di Jakarta Timur, terendam banjir. Berbagai usaha Anies untuk mengatasi banjir seperti gerebek lumpur, mengeruk sungai dan danau, serta memasang alat pengukur curah hujan, masih belum terlihat hasilnya. Padahal, sekarang masih bulan November, intensitas hujan belum sampai puncaknya.

Baca juga : PSI: Banjir Berulang, Gubernur Anies Harus Tepati Janji

Menurut pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi banjir. Ia pun mengritik sejumlah kegiatan yang dilakukan Anies seperti seremoni kegiatan grebek lumpur.

Kata dia, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan sepanjang tahun, tanpa perlu seremonial. Selain itu, Pemasangan alat pencatat curah hujan di 267 kelurahan tidak akan bermanfaat banyak. Hanya sekadar memberikan informasi saja.

“Pembangunan drainase vertikal lebih tepatnya sumur resapan di tepi jalan yang sedang dibangun di mana-mana, hanya membantu mengurangi genangan lokal, tetapi tidak mengurangi banjir secara signifikan, dan memboroskan anggaran,” kata Nirwono, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Bank Mandiri Layani Transaksi Digital Perusahaan Bongkar Muat

Jadi apa yang harus dilakukan Anies untuk mengatasi banjir? Nirwono memberikan sejumlah saran. Kata dia, yang perlu dilakukan adalah membenahi 13 sungai utama dengan cara merelokasi pemukiman warga, serta memperlebar dan memperdalam sungai untuk mengatasi banjir kiriman. Selain itu, merevitalisasi 109 situ/danau/embung/waduk (sdew) yang ada di Jakarta, dan menambah 20 waduk baru.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense