WIDIA SAPUTRA
Sebelumnya
Saat bos muda diperiksa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) MN ikut mengawal bersama di barisan para loyalis lainnya. Dia ikut memagari bos muda dari serbuan para kuli tinta. Jepreet. Peristiwa itu diabadikan fotografer yang ngepos di KPK, dan esoknya mejeng media-media besar ibukota. Saya juga sempat melihatnya.
Baca juga : Bukan Debat, Hanya Klarifikasi
Di saat bos muda masuk penjara, para loyalisnya rontok dan menjauh satu persatu. Tapi, MN tidak. Belakangan, dia juga masih rajin menjenguk seniornya itu di penjara. Dalam satu kesempatan MN bilang sama saya. Semoga apa yang menimpa seniornya itu sekarang ini bisa menjadi pelajaran hidup.
Baca juga : Nyesel Penjarakan Ahok, Maruf Minta Maaf
MN juga berharap si bos muda selama menghabiskan waktu di penjara mau mengingat kembali kontribusi dan perhatian para teman-teman loyalis kepadanya hingga saat ini. “Mungkin inilah karma,” ucapnya. Sikap MN ini mengingatkan saya pada perkataan almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. “Memaafkan, bukan berarti melupakan.”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.