BREAKING NEWS
 

Sibuk Menyambut Banjir

Reporter & Editor :
SISWANTO
Selasa, 22 Januari 2019 06:49 WIB
Catatan :
SISWANTO

 Sebelumnya 
Kalau mau simple, ya pakai batu bata. Nantinya, batu bata ditumpuk-tumpuk sebagai pijakan kaki tempat tidur. Bisa juga buat ganjal meja, kulkas atau mesin cuci. Kesibukan seperti itu bagi keluarga saya, bukan hal baru.

Sejak tahun ‘90 kami hijrah ke Bekasi, banjir adalah tamu rutin tahunan. Datangnya bisa lima kali, 10 kali atau lebih. Tergantung curah hujan. Rumah tempat kami tinggal, hanya berjarak 3 meter dari bibir kali. Makanya sudah biasa dengan banjir. Mulai dari 50 cm sampai 120 cm tinggi air di dalam rumah, sudah biasa kami alami.

Baca juga : Batu Akik, Riwayatmu Kini

Banjir masuk subuh-surut malam. Tengah malam masuk lagi. Nggak kaget. Orang Bekasi bilang ‘udah kapalan’. “Tapi nih tumben, udah pertengahan Januari banjir belum datang,” kata Pak Amat, tetangga saya. Terkadang, meskipun jengkel karena banjir datang terus-terusan.

Kerinduan akan datangnya banjir itu, ada juga. Bagi warga di tempat kami tinggal, terasa aneh kalau setahun banjir nggak datang. Yang lebih aneh lagi, karena memang nggak pernah ada solusi dari pemerintah daerah kami buat atasi banjir.

Baca juga : Jurus Menawar

Nggak seperti Kampung Pulo Jakarta Timur. Di sana, ada relokasi warga sampai normalisasi sungai. Di tempat kita, warganya nggak kemana-mana. Kalinya bukannya melebar, tapi malah menyusut. Dulu lebarnya antara 6-7 meter, sekarang nggak sampai 3 meter. Dangkal pula.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense