MELLANI EKA MAHAYANA
Sebelumnya
Kata-kata Fien mengingakat ku pada saudara. Dia tidak suka melakukan cek labor. Pas dia lagi nge-drop, dokter bilang gulanya mencapai 600an. Gak sampai 3 hari dirawat, kami menerima kabar, dia udah dipanggil Tuhan.
Benar sih, ajal di tangan Tuhan. Tapi maksudku, aku tuh pengen punya tubuh dan jiwa yang sehat. Jika ketahuan sakit, mau usaha dulu buat ngobatin. Kalau sedang waras, aku berpikir: apa salahnya ngecek. Toh sekarang BPJS kerap menginformasikan cek labor gratis. “Yang pasti, Mel, penerapan diet itu, sifatnya personal. Nggak bisa disamain dengan orang-orang. Lihat kondisi badan juga,” tegas Fira lagi mendorongku cek labor.
Baca juga : Mendadak Lebih Akrab
Sebelumnya, aku juga buka You Tube soal perjuangan Dewi Hughes, presenter era 90an, melakukan diet. Sukses. Berat badannya yang 150Kg bisa mencapai 70Kg. Saya juga senang nonton YouTube Yulia Baltschun. Dia punya latar belakang ilmu tata boga. Juara ke-3 Masterchef serta suka fitnes. Gaya dia makan tidak sesaklek Hughes yang antigaram dan gula serta makanan instan.
Diet golongan darah dari buku Dr. Peter J. D` Adamo juga saya pelajari lahap. Hasilnya. Saya belum memutuskan pakai diet yang mana. Saya masih menikmati pernyataan Tamara Duker Freuman penulis The Bloated Belly Whisperer. Dia bilang: makanan sehat itu tidak hanya soal nutrisi, tapi juga makanan kita sukai dan dapat ditoleransi tubuh kita.
Baca juga : Anies Dan Anak Telantar
Yang saya tangkap intinya: makan makanan sesuai kebutuhan. Tidak berlebihan. Makanan jenisnya beragam. Ada sayur ada buah. Tidak harus mahal. Makan yang kita sukai. Karena kalau makan yang kita sukai akan membuat kita bahagia. Itu bagus buat kesehatan kita juga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.