RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator, Industri, dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengingatkan pentingnya pelaksanaan dan pembudayaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Gol Pancasila itu kesejahteraan bersama dan budi pekerti manusia Indonesia,” kata Gobel, saat menjadi salah satu pembicara dalam Silaturahmi Nasional bertema Kita Pancasila: Pancasila Menjawab Tantangan Zaman, yang digelar DPP Partai Nasdem, Kamis (2/6).
Acara yang dibuka Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh itu menghadirkan pembicara Rachmat Gobel, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno. Serta Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang hadir menutup acara.
Dalam kesempatan itu, Gobel secara retoris mempertanyakan, apakah Pancasila sudah dilaksanakan? Lantas, dia pun menjawab bahwa Pancasila sudah dan belum dilaksanakan.
Baca juga : Jalani Umrah, Puan Doakan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Secara yuridis, katanya, Pancasila sudah diterjemahkan dalam beragam regulasi. Misalnya, melalui hadirnya UU Cipta Kerja.
Menurutnya, UU tersebut dibuat untuk mengundang investasi, dengan memberikan banyak kemudahan. Gobel bilang, investasi harus memperkuat NKRI. Bukan memperlemahnya.
“Investasi itu harus dilihat, apakah memberikan value kepada kita? Atau cuma mempekerjakan rakyat kita belaka?" ujar Gobel.
Harus Dibedakan
Baca juga : Salim Segaf: Pancasila Perintahkan Kita Berkolaborasi Dalam Membangun Bangsa
Gobel mengatakan, kita harus bisa membedakan antara pembangunan sumberdaya manusia dan mempekerjakan manusia.
“Pada pembangunan sumberdaya manusia, investasi bukan sekadar memberikan lapangan kerja. Yang terpenting adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pelatihan, peningkatan skill, dan membangun wawasan. Sementara jika kita mempekerjakan manusia, lapangan kerja hanya dilihat dari sisi besaran upah semata,” jelas Gobel.
Pembedaan itu penting dalam kerangka transfer teknologi, dari setiap investasi yang datang ke Indonesia.
Dia menjelaskan, ada tiga tingkatan dalam masalah transfer teknologi. Pertama, transfer of job. Kedua, transfer of knowhow. Ketiga, transfer of technology.
Baca juga : Ketua Fraksi PKS: Jadikan Pancasila Sebagai Working Ideologi
"Jadi, investasi jangan dilihat dari sisi upah saja, dari sisi uang saja. Karena yang terpenting adalah terjadinya peningkatan kualitas sumberdaya manusianya. Di situ letak pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan bangsa,” terang Gobel.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.