BREAKING NEWS
 

BAKN DPR Dorong Optimalisasi Penerimaan Cukai Sesuai Target

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 5 Juli 2022 20:14 WIB
Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat (BAKN DPR) Wahyu Sanjaya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat (BAKN DPR) Wahyu Sanjaya mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor cukai. Khususnya, dari cukai hasil tembakau.

Menurutnya, dengan optimalisasi tersebut penerimaan negara dari cukai dapat mencapai angka sesuai target pemerintah. "Kita berharap seharusnya pendapatan cukai bisa dioptimalkan lagi," ujarnya dikutip dari situs resmi DPR, Selasa (5/7).

Baca juga : Agung Podomoro Pimpin Pengembangan Wilayah Sunrise Baru Di Selatan Jakarta

Langkah utama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara tersebut. Antara lain, melalui kebijakan penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau.

Penyederhanaan tarif cukai hasil tembakau dinilai menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk menekan angka perokok.

Baca juga : Program Irigasi Kementan Optimalkan Pengembangan Budidaya Petani Di Kulon Progo

Pada tahun ini, penyederhanaan tarif sudah dilakukan dari sepuluh layer menjadi delapan layer. Kebijakan tersebut diharapkan mendorong pengurangan perbedaan harga rokok di pasaran dan meningkatkan pendapatan negara.

Pemerintah menargetkan penerimaan negara dari cukai tahun 2022 sebesar Rp 193,53 triliun. Mayoritas penerimaan negara tersebut berasal dari cukai hasil tembakau.

Baca juga : KPK Pastikan Proses Penanganan Perkara Mardani Maming Sudah Sesuai Prosedur

Selama periode Januari-April 2022, Pemerintah telah mengumpulkan penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp 76,29 triliun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense