BREAKING NEWS
 

Berantas Mafia Perdagangan Manusia

Satgas TPPO Jangan Gentar

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Senin, 19 Juni 2023 07:45 WIB
Anggota Komisi III DPR Johan Budi Sapto Prabowo. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
“Karena kalau hulunya tidak dibereskan, penyelesaian jaringan mafia perdagangan orang ini akan sulit diberantas. Jika begitu, maka kasus yang ada di hilir akan terus meningkat,” ungkap Legislator dari Dapil Jawa Timur VII itu.

Johan mengatakan, Satgas TPPO sejauh ini baru menyelesaikan masalah perdagangan orang di hilirnya saja. Seperti penggagalan pengiriman korban dan menggerebek lokasi penampungannya.

Satgas TPPO baru-baru ini di Nunukan, Kalimantan Utara, menyelamatkan 123 korban perdagangan orang yang terdiri dari 74 laki-laki, 29 perempuan, dan 20 anak-anak. Mereka berasal dari berbagai daerah yang akan diselundupkan ke Tawau, Malaysia.

Baca juga : Komunitas Main Cantik Bersihkan Sampah Di Jalanan DKI, Bamsoet Beri Jempol

Berikutnya, Satgas TPPO juga menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat penampungan PMI di Desa Karangsari, Lumajang, Jawa Timur.

Dalam penggerebekan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka yang menjadi penyalur perdagangan orang dan menyelamatkan sepuluh calon PMI yang akan diberangkatkan secara ilegal.

"Apa yang telah dilakukan Satgas TPPO kita apresiasi, karena dapat bekerja cepat menumpas berbagai tindak kejahatan perdagangan orang,” sebut Johan.

Baca juga : Bangun Kemitraan, Telin Telkom Perluas Jaringan Global

Dia berharap, Satgas TPPO Polri berkolaborasi dengan BP2MI, Kementerian Pekerjaan, Pemerintah Daerah untuk mencegah kasus perdagangan orang. Dibutuhkan komitmen bersama untuk pencegahan yang progresif dari semua pihak termasuk penegakan hukum yang revolutif dan tidak tebang pilih.

Dia juga meminta Satgas TPPO merespons cepat adanya jalur 'gemuk' pengiriman perdagangan orang di Batam. Sebab, wilayah tersebut merupakan jalur padat ditemukannya pekerja migran ilegal yang berpindah tempat menuju negara penempatan mereka.

"Selain itu, ada dugaan jaringan besar di Batam yang selalu mengirimkan pekerja migran kita secara ilegal," ungkap Johan.

Baca juga : KLHK Dan Polda Kalbar Bongkar Perdagangan Satwa Ilegal

Catatan World Bank, saat ini terdapat 9 juta orang PMI asal Indonesia di berbagai negara, namun hanya 4,6 juta orang yang tercatat secara resmi di BP2MI.

Sedangkan hampir 90 persen sisanya berangkat keluar negeri akibat penempatan tidak resmi yang dilakukan mafia perdagangan orang, baik dari Indonesia sebagai negara pengirim dan juga sindikat dari negara penempatan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense