Sebelumnya
Secara umum, lanjutnya, belum terjadi link and match antara sistem pendidikan dan dunia kerja. Hal itu merupakan tantangan yang harus segera dijawab, agar bonus demografi dapat secara signifikan menggerakkan perekonomian.
“Masih rendahnya kualitas tenaga kerja yang belum mampu merespons perkembangan kebutuhan pasar kerja menjadi salah satu penyebab produktivitas dan daya saing Indonesia masih tertinggal,” katanya.
Baca juga : HUT Ke-78 RI BPK Penabur: Bonus Demografi Demi Indonesia Lebih Baik
Sebab faktanya, hasil survei Institute Management Development (IMD) World Digital Competitiveness Ranking pada 2021, menempatkan Indonesia pada peringkat 37 dunia dari total 64 negara.
Dia berharap, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah utamanya di sektor pendidikan, dapat segera menerapkan sistem pendidikan yang mampu memasok sumberdaya manusia siap pakai di dunia kerja.
Baca juga : Semoga Indonesia Jadi Negara Yang Makin Kuat
“Tentunya untuk menjaga agar penduduk usia produktif bisa terus berkarya dengan baik, pemerataan layanan kesehatan juga sangat diperlukan di tengah dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini,” jelasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 19/8/2023 dengan judul Bonus Demografi Indonesia Di Tahun 2030, Jadikan Peluang, Bukan Musibah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.