Dark/Light Mode

Bonus Demografi Indonesia Di Tahun 2030

Jadikan Peluang, Bukan Musibah

Sabtu, 19 Agustus 2023 07:25 WIB
Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil. (Foto: dok. Fraksi PKS)
Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil. (Foto: dok. Fraksi PKS)

 Sebelumnya 
Secara umum, lanjutnya, belum terjadi link and match antara sistem pendidikan dan dunia kerja. Hal itu merupakan tan­tangan yang harus segera dijawab, agar bonus demografi dapat secara signifikan menggerakkan perekonomian.

“Masih rendahnya kualitas tenaga kerja yang belum mampu merespons perkembangan kebutuhan pasar kerja menjadi salah satu penyebab produktivitas dan daya saing Indonesia masih tertinggal,” katanya.

Baca juga : HUT Ke-78 RI BPK Penabur: Bonus Demografi Demi Indonesia Lebih Baik

Sebab faktanya, hasil survei Institute Management Develop­ment (IMD) World Digital Competitiveness Ranking pada 2021, menempatkan Indonesia pada peringkat 37 dunia dari total 64 negara.

Dia berharap, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah utamanya di sektor ­pendidikan, dapat segera me­nerapkan sistem pendidikan yang mampu memasok sumberdaya manusia siap pakai di dunia kerja.

Baca juga : Semoga Indonesia Jadi Negara Yang Makin Kuat

“Tentunya untuk menjaga agar penduduk usia produktif bisa terus berkarya dengan baik, pemerataan layanan kesehatan juga sangat diperlukan di tengah dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 19/8/2023 dengan judul Bonus Demografi Indonesia Di Tahun 2030, Jadikan Peluang, Bukan Musibah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.