Sebelumnya
Kebijakan ini, jelasnya, membuat industri penerbitan dan profesi penulis menjadi bergairah. Pemerintah Swedia ingin anak-anak mereka kembali melek literasi. “Ini yang tidak terjadi pada negara kita,” terangnya.
El Nino menilai, kita hanyalah negara yang selalu mengikuti tren. Ketika ada teknologi SMS, semua masyarakat Indonesia pakai SMS. Ketika zaman pakai pager, semua pakai pager. Ketika lagi tren BlackBerrry Messengger (BBM), semua pakai BBM, bahkan sampai saat ini, teknologi Whatsapp (WA), semua pakai WA.
Baca juga : Bahagianya Lansia Panti Wredha Semarang Kehadiran Relawan Orang Muda Ganjar
“Ini besok-besok, entah apalagi yang ngetren dan semua orang Indonesia pakai. Kalau terus seperti ini, kita akhirnya hanya menjadi technological user. Tidak seperti negara-negara maju yang sudah teknologi inovatif,” terangnya.
Jika situasi ini tidak berubah, politisi asal Gorontalo ini khawatir, masyarakat kita hanya menjadi user (pengguna). Hingga akibatnya, Indonesia akan menjadi negara tecnologically excluded, negara yang tidak memiliki kemampuan inovasi.
Baca juga : ASDP Kebut Pengembangan Kawasan Terintegrasi Labuan Bajo Dan BHC
“Kalau kita sudah excluded, anak-anak kita bisa apa. Hanya bisa diperintah oleh zaman dan akhirnya IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) juga akan tenggelam atau ditenggelamkan oleh zaman,” terangnya.
Tentu, sambung dia, ini situasi yang harus diantisipasi. Jika tidak, anak-anak kita hanya akan menjadi generasi one liner. Yakni, anak-anak yang hanya membaca yang dia perlukan saja dan memberi komen seperlunya saja. Walhasil, akan menjadi generasi dengan pola pikir pendek.
Baca juga : Jokowi Yakin Indonesia Jadi Poros Karbon Dunia
“Untuk itu kita perlu memikirkan sama-sama bagaimana nasib literasi kita ke depan. Karena, kita hanya punya dua pilihan, kita habisi karena tidak sesuai dengan teknologi atau kita bikin regulasi seperti yang sedang dibikin Swedia,” pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 30/9/2023 dengan judul Dampak Negatif Perkembangan Teknologi, Generasi Muda Malas Baca
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.