BREAKING NEWS
 

Kecelakaan KA Bandung Raya Vs KA Turangga

Evaluasi Menyeluruh, Cegah Semua Kelalaian

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Minggu, 7 Januari 2024 07:20 WIB
Ketua Komisi V DPR La­sarus. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti peristiwa tabrakan Kereta Api (KA) Turangga dengan KA lokal Bandung Raya yang terjadi di jalur petak Stasiun Cicalengka-Haurpugur, Kabupaten Bandung, pada Jumat (5/1/2024). Evaluasi menyeluruh sistem perkeretaapian mesti dilakukan.

Dalam peristiwa tabrakan ini, empat orang dinyatakan meninggal. Korban meninggal yakni Julian Dwi Setiyono dan Ponistan yang merupakan ma­sinis dan asisten masinis KA Bandung Raya. Selanjutnya, pramugara KA Turangga, Andrian, dan petugas keamanan KA Bandung Raya, Enjang.

Baca juga : Revolusi Mental Bukan Semboyan

Ketua Komisi V DPR La­sarus menyampaikan dukacita mendalam dan minta dilakukan investigasi atas kasus tersebut. Sebab, kuat dugaan tabrakan diakibatkan kelalaian dari petugas pengatur lintasan. Apa­lagi jalur lintasan kereta api di lokasi kecelakaan adalah single track atau satu jalur lintasan.

“Ini lintasan single track, berarti ada kuat dugaan kelalaian pengatur lintasan. Perlu dilakukan investigasi segera, kuat dugaan human error,” kata Lasarus, kemarin.

Baca juga : KPK Tetapkan Kasatker BBPJN Kaltim Tersangka Suap Proyek Pembangunan Jalan

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar dilakukan evaluasi atas pengaturan lintasan perkeretaapian agar ke­jadian serupa tak terulang lagi ke depannya. “Lakukan evaluasi terhadap teknis pengaturan lintasan, kemudian evaluasi personil di lingkungan perkere­tapian,” tambahnya.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama. Dia juga me­nyampaikan duka mendalam sekaligus keprihatinannya pada peristiwa kecelakaan KA Turangga dengan KA lokal Bandung Raya.

Baca juga : Resmikan Kampung Nelayan Modern Samber Binyeri, Presiden: Kelola Dengan Baik

“Fraksi PKS menyatakan turut berdukacita atas kejadian kecelakaan kereta api yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” ungkap pria yang akrab disapa SJP ini.

Adsense

Suryadi meminta agar Pemerintah melakukan evaluasi atas peristiwa kecelakaan ini. Se­bab, kecelakaan ini adalah ke­celakaan besar kedua dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan. Beberapa bulan lalu juga terjadi kecelakaan serupa, antara KA Argo Semeru dan KA Argo Wilis di Yogyakarta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense