BREAKING NEWS
 

Kunjungi Pabrik Pengolahan Kayu Banjarnegara-Wonosobo

Bamsoet Dorong Pengembangan Industri Pengolahan Kayu ke Mancanegara

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 5 Februari 2024 13:46 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) mengunjungi pabrik pengolahan kayu PT Cebong Albasindo (Cebong Imelindo Grup), di perbatasan Banjarnegara-Wonosobo Jawa Tengah, Senin (5/2). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung peningkatan produktivitas industri pengolahan kayu di wilayah perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Menurut Bamsoet, industri pengolahan kayu merupakan salah satu sektor pengembangan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi alam sebagai bahan baku menjadi barang jadi lewat industri.

Bamsoet menerangkan, pengembangan ekonomi lokal melalui industri pengolahan kayu selaras dengan semangat Presiden Jokowi dalam meningkatkan potensi pasar lokal maupun ekspor bagi industri olahan kayu yang masih sangat terbuka lebar.

Baca juga : Bamsoet Dorong Peningkatan Industri Pengolahan Kayu Indonesia

"Sehingga kita tidak lagi mengekspor bahan mentah berupa kayu, melainkan sudah diolah menjadi play wood atau kayu lapis, papan partikel, papan serat, dan lainnya yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan juga nasional," ujar Bamsoet, dalam kunjungan hari ke-19 di Dapil VII Jawa Tengah saat mengunjungi pabrik pengolahan kayu PT Cebong Albasindo (Cebong Imelindo Grup), di perbatasan Banjarnegara-Wonosobo Jawa Tengah, Senin (5/2).

Adsense

Hadir Direktur Utama PT Cebong Albasindo Triana Widodo dan Komisaris PT Cebong Albasindo Heni Widiati.

Baca juga : Bamsoet Dorong Pengembangan Industri Padat Karya

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, potensi industri pengolahan kayu di Banjarnegara sangat besar. Terbuka bagi para investor dari dalam dan luar negeri. Karena produksi kayu Albasia dari Banjarnegara dikenal bermutu baik dan dalam jangka waktu 5 tahun sudah dapat dipanen.

"Selain menghasilkan produk ekspor maupun untuk dalam negeri, pelaku industri pengolahan kayu juga memanfaatkan limbah kayu untuk mendukung konsep industri ramah lingkungan sekaligus memberikan tambahan ekonomi. Pemanfaatan yang dilakukan antara lain penggunaan serbuk kayu kasar untuk bahan dempul. Sedangkan untuk serbuk halus bisa digunakan untuk ternak ayam atau bahan bakar," jelas Bamsoet.

Baca juga : Bamsoet Dorong Peningkatan Ekspor Bulu Mata Palsu Purbalingga ke Mancanegara

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, PT Cebong Albasindo mulai beroperasi pada April 2023. Bergerak pada bidang pengolahan kayu dengan produk utama Albasia Barecore. Produk yang dihasilkan berasal dari kayu Sengon dan Albasia dengan rata-rata produksi per bulan 1.764,720 meter kubik setara dengan 35 kontainer.

"PT Cebong Albasindo hingga Januari 2204 mempekerjakan sekitar 420 orang. Terdiri dari 200 orang laki-laki dan 220 orang perempuan. Barecore produksi PT Cebong Albasindo diekspor ke negara China dan Taiwan, dengan rata-rata ekspor per bulan 1.470,600 meter kubik setara dengan 25 kontainer," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense