Sebelumnya
Terpisah, Biotechnology and Seed Manager CropLife Indonesia Agustine Christela Melviana meluruskan pendapat yang keliru seakan-akan riset riset bioteknoogi berbahaya dan mengancam lingkungan. Dia pun menegaskan, tanaman dan benih yang dikembangkan dengan ilmu bioteknologi aman dikonsumsi.
Dijelaskannya, keamanan bioteknologi telah dikaji secara menyeluruh oleh berbagai lembaga riset dan kesehatan dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA). Sementara di Indonesia, sudah diatur oleh Komisi Keamanan Hayati PRG melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2005, baik untuk keamanan pangan, pakan maupun lingkungan.
Baca juga : Tenis Qatar Terbuka 2024, Nadal Siap Unjuk Gigi
Komisi Keamanan Hayati ini ditunjuk langsung oleh Presiden dan di dalamnya memiliki dua lembaga teknis yang akan mengkaji keamanan pangan, pakan, dan lingkungan. Lembaga inilah yang menentukan lama tidaknya sebuah hasil riset bioteknologi dilepas ke masyarakat.
“Jadi enggak sembarangan ini. Misalnya saya punya benih (hasil riset) strawbery nggak punya biji, ini saya mau tanam di Ciwidey, ya nggak bisa,” ujarnya.
Baca juga : Pemprov DKI Kerahkan 2.000 Lebih Personel
Namun sayangnya, lanjut dia, butuh waktu lama bagi petani untuk bisa merasakan sentuhan riset bioteknologi. Untuk riset perbenihan saja dibutuhkan minimum waktu sampai 15 tahun. Lamanya durasi tersebut untuk keperluan riset, uji lapangan, uji laboratorium, sertifikasi benih, hingga pelepasan.
“Jadi kebayang nggak misalnya petani hari ini di lapangan hadapi hama, tapi 15 tahun baru rilis (benih unggulnya). Keburu nggak jadi petani lagi bapaknya,” ujarnya.
Baca juga : Bambang: Silakan Datang Ke Sini, Seeing Is Believing
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 12/2/2024 dengan judul Segera Sahkan RUU Konservasi SDHE, Percepat Hasil Riset Bioteknologi Ke Petani
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.