Sebelumnya
Widhi menekankan, keterlibatan parpol dalam Pilkades tidak tepat. Sebab, masyarakat desa biasanya memilih sosok yang sudah dikenal, bukan calon yang tiba-tiba muncul karena dapat dukungan dari partai.
“Pilkades memilih figur yang sudah dikenal oleh warga setempat tanpa ada propaganda politik partai. Benar-benar memilih pemimpin yang sudah diketahui karakter kesehariannya,” ungkapnya.
Dia juga tak setuju dengan pernyataan Doli bahwa Pilkades lebih sering memicu polarisasi di tengah masyarakat sampai sering memakan korban jiwa. Menurut Widhi, gesekan antar masyarakat justru jauh lebih banyak terjadi setiap gelaran Pileg, Pilkada, atau Pilpres.
Baca juga : Judol Digempur Rame-rame
“Kalau boleh jujur, suasana Pilkades lebih dewasa ketimbang pemilihan lainnya. Gesekan Pilkades bersifat sesaat, setelahnya normal kembali. Sangat berbeda dengan pemilu lainnya,” pungkasnya.
Penolakan usulan DPR soal Pilkades dilakukan lewat mekanisme parpol tak hanya disampaikan di dunia nyata. Warga dunia maya juga ramai mengkritik usulan tersebut.
“Ini makin ngawur. Desa mau diobok-obok juga?” sindir @iben230493.
Baca juga : Tantangan Ekonomi Saat Ini, PHK Mengkhawatirkan
Akun @menang2024 menganggap, usulan Pilkades lewat parpol ide gila ini. “Lebih dahsyat perpecahan-perpecahan dalam masyarakat jika Pilkades melalui parpol. Hak masyarakat dirampas,” ujarnya.
Warganet lain menyindir, tanggung jika keterlibatan parpol sampai Pilkades. “Sekalian aja pemilihan RT dan RW disusupi nuansa politik, biar sudah nggak ada lagi namanya musyawarah mufakat,” tulis @gamapila.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 3 November 2024 dengan judul Ada Ide Pilih Kades Lewat Parpol, Usulan Dinilai Ngawur
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.