BREAKING NEWS
 

Sudah Ada 160 Sekolah Rakyat

Pendidikan Jadi Prioritas Presiden Lawan Kemiskinan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Rabu, 8 Oktober 2025 07:05 WIB
Angggota Komisi VIII DPR Derta Rohidin. (Foto: Fraksi Golkar DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum genap setahun, ternyata sudah berdiri 160 Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di seluruh Indonesia. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berupaya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan untuk orang miskin dan terbukti berjalan maksimal.

Anggota Komisi VIII DPR Derta Rohidin mengapresiasi keberhasilan program prioritas nasional dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan untuk orang miskin. Program SRT ini mesti didukung oleh semua pihak. Sebab, sekarang sudah berdiri sebanyak 160 SRT dan sudah aktif dalam waktu relatif singkat, hal ini adalah sebuah pencapaian yang konkret.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras Kementerian Sosial (Kemensos) dalam mewujudkan program SRT. Langkah awal yang patut diacungi jempol,” puji Derta dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).

Baca juga : Koperasi Bisa Urus Tambang

Diketahui, berdasarkan laporan Kemensos hingga September 2025, program SRT telah menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 160 SRT dari target 165 unit telah aktif beroperasi. Lima unit sisanya diperkirakan akan menyusul aktif pada pertengahan Oktober 2025. Capaian ini merepresentasikan lebih dari 97 persen dari realisasi target.

Derta melanjutkan, program SRT bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu. “Ini tepat sasaran dan sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Namun, Derta memberikan catatan yang perlu menjadi perhatian Pemerintah. Yaitu, sebagian besar SRT masih menumpang di balai milik Kemensos. Meski solutif di tahap awal, kondisi ini berpotensi mempengaruhi kualitas pembelajaran dan keberlanjutan program dalam jangka panjang. “Kami memahami inisiasi program memerlukan strategi cepat, termasuk dengan memanfaatkan fasilitas yang ada,” kata politikus Golkar ini.

Baca juga : Kemenko Polkam Serukan Sinergi Hadang Kejahatan

Namun, ketergantungan pada balai yang bukan dirancang khusus sebagai SRT dapat memiliki keterbatasan, baik dari segi kenyamanan dan fasilitas pendukung. Seperti perpustakaan, laboratorium sederhana, dan jam operasional yang terbatas.

Derta mendorong komitmen yang lebih kuat untuk percepatan pembangunan infrastruktur program SRT secara permanen agar lebih merata, yang rencananya akan dimulai tahun depan. Estimasi pembangunan secara permanen tahun depan harus didukung dan diawasi bersama.

Adsense

Pembangunan fisik yang berkualitas dan sesuai standar pedagogis (pendidikan) dasar, kata dia, sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi peserta didik. “Kami akan memperkuat pengawasan terhadap anggaran dan realisasi fisiknya,” tegas legislator asal Bengkulu ini.

Baca juga : Pemprov Sumut Siapkan 11 Kebijakan Stabilkan Harga

Sebagai bentuk dukungan yang berimbang dan objektif, Derta memberikan sejumlah saran konstruktif untuk penyempurnaan program SRT ke depan. Di antaranya, Pemerintah perlu membuat peta jalan program SRT yang lebih jelas, transparan, dan lebih terukur mengenai tahapan pembangunan gedung secara permanen. “Hal ini sangat penting agar tahun 2026 tidak ada lagi SRT yang fasilitasnya menumpang ke pihak lain,” harap dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense