BREAKING NEWS
 

Timwas Covid-19 DPR Minta Menkes Persiapkan New Normal dengan Matang

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 18 Juni 2020 12:48 WIB
Ketua Timwas Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi Covid-19 DPR Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) usai memimpin rapat kerja Timwas Covid-19 DPR dengan Menkes Terawan Agus Putranto (kiri), di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (17/6). (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Pelaksanaan Penanganan Pandemi Covid-19 DPR Abdul Muhaimin Iskandar meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempersiapkan secara matang pelaksanaan new normal. Hal ini diutarakan Muhaimin saat berkunjung ke Kantor Kemenkes guna melakukan pengawasan terhadap penanganan pandemi Covid-19.

“Ini adalah tugas konstitusional kami dalam mengawasi seluruh pelaksanaan penangangan Covid-19, terlebih soal mekanisme dalam menjalani tatanan hidup baru (new normal). Saya minta Kementerian Kesehatan mempersiapkannya dengan matang,” kata Muhaimin saat memimpin rapat kerja Timwas Covid-19 DPR dengan Menkes Terawan Agus Putranto, di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (17/6).

Selain mekanisme menghadapi new normal, dalam rapat juga berkembang beberapa isu yang salah satunya disampaikan  Anggota Timwas Covid-19 DPR Dewi Asmara. Ia menanyakan terkait penggunaan anggaran Kemenkes yang naik menjadi Rp 87,55 triliun dari sebelumnya Rp 75 triliun. 

Baca juga : DPR Dicap Kejar Tayang

"Pemerintah menambah anggaran Kemenkes dalam penanggulangan Covid-19 mencapai Rp 87,55 triliun. Bagaimana dengan insentif tenaga kesehatan? Karena di media, diulas bahwa insentif belum didistribusikan. Kami mohon Pemerintah memberi perhatian kepada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan," kata Dewi.

Terkait penerapan new normal, legislator Fraksi Partai Golkar itu memahami langkah Pemerintah yang membuka sektor ekonomi dengan protokol Covid-19 yang kuat. Namun, karena masih tingginya kasus Covid-19, Dewi meminta peran Kemenkes ditingkatkan lagi. 

Adsense

"Kami memahami langkah Pemerintah memberlakukan new normal karena ekonomi harus bergerak. Tapi, hingga hari ini kasus Covid-19 belum turun dan ada kekhawatiran gelombang kedua. Peran Kemenkes adalah kunci dari kesuksesan pertubuhan ekonomi yang akan dilakukan Pemerintah. Kami minta keseriusan Kemenkes, karena di sini keberhasilan pertumbuhan ekonomi ada pada kewaspadaan Kemenkes," tuturnya. 

Baca juga : Anggota DPR Itu Banyak Tugas, Ada Juga Yang Bandel-bandel..

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam ini juga membahas kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), ketersedian tempat tidur untuk pasien Covid-19, ketersediaan obat dan alat, biaya per pasien yang terdampak Covid-19, mekanisme di segala lini dalam menghadapi new normal, hingga target tes PCR 20 ribu per hari yang dicanangkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. 

Menkes menyampaikan situasi Covid-19 saat ini, sampai tanggal 16 Juni terkonfirmasi kasus mencapai 40.400. Presentasi kasus kasus sembuh 38.87 persen dan Case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian karena virus Corona mencapai 5,52 persen.  Menkes menjelaskan, terkait  tes PCR, yang pertama diminta Pemerintah adalah 10 ribu dan bisa tercapai. Kemudian Pemerintah menargetkan menjadi 20 ribu saat ini. "Kami masih dalam tahap mencapi target ini. Saat ini sudah mencapai 15 ribu per minggu, semoga percepatan ini bisa berlangsung dengan baik. Mekanisme PCR terus kami perbaiki,” katanya. 

Terkait biaya yang ramai diperbincangkan, Terawan menyampaikan, biaya satu pasien positif Covid rata-rata Rp 48 juta per orang. "Rata-rata Rp 48 juta per orang. Ada 600 rumah sakit yang sudah melakukan penagihan. Dalam pembayarannya, kami melakukan verifikasi sebanyak dua kali dengan meminta bantuan BPJS yang sudah terbiasa," katanya. 

Baca juga : Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa Dan Reksa Dana Coreng Citra Pengawas Pasar Modal

Terkait anggaran untuk insentif tenaga kesehatan, dijelaskan bahwa anggarannya ada Rp 5,9 triliun, dan dibagi dua untuk pusat dan daerah. Daerah diberikan sebesar Rp 3,7 triliun, sementara yang dikelola Kemenkes hanya Rp 2,2 triliun dan itu untuk insentif selama 3 bulan. "Kami sudah lakukan terus pemberian insentif dengan mengaju pada laporan dari RS dan Laboratorium. Untuk laboratorium, kami sudah selesai pembayarannya, kalau RS kami menunggu laporannya," tandasnya. 

Turut hadir dalam kunjungan kerja Anggota DPR yang tergabung dalam Timwas Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi Covid-19 DPR RI antara lain Diah Pitaloka (F-PDIP), Dewi Asmara (F-Golkar), Hamka (F-Gerindra), Lisda Hendra Joni (F-Nasdem), Marwan Dasopang (F-PKB), Nanang Samudro (F-Partai Demokrat), Nur Azizah Tahmid (F-PKS), Sungkono (F-PAN) dan Nurhayati (F-PPP). [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense