BREAKING NEWS
 

Kunjungi RS Mayapada, Bamsoet Ajak Semua Pihak Hargai Tenaga Kesehatan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 26 September 2020 17:20 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) saat bertemu para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan, di RS Mayapada, Jakarta, Sabtu (26/9). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah mulai mencairkan intensif untuk para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Besarannya bervariasi. Untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta per bulan (terhitung sejak Maret 2020 hingga selama pandemi berlangsung). Dokter umum sebesar Rp 10 juta per bulan, perawat/bidan Rp 7,5 juta, dan tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta. Santunan duka cita ditetapkan hingga Rp 300 juta per orang.

"Insentif tersebut merupakan penghargaan sekaligus apresiasi negara terhadap para tenaga kesehatan yang telah berjuang di garda terdepan dalam peperangan melawan Covid-19. Mereka gigih menjaga keselamatan nyawa pasien, walaupun dengan resiko tinggi tertular Covid-19. Kerja keras, jasa, dan pengorbanan yang telah mereka dedikasikan harus dihargai dan tak boleh dilupakan oleh negara maupun masyarakat," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat bertemu para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan, di RS Mayapada, Jakarta, Sabtu (26/9). 

Baca juga : Bamsoet Ingatkan, Pilkada 2020 Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat

Turut hadir antara lain Direktur RS Mayapada Benny Hosiana Tumbelaka, PJ Ranap Satgas Covid-19 Wendri Wildiartoni, Chief IGD Dennis Reza, Intensivist Shinta Vera Renata Hutajulu, Neuro Surgeon Andrianto Purnawan, Staf Perawat Fungsional Ahmad Rifqi Nubairi, dan Kepala Unit Keperawatan Bangsal VVIP Siska Pardede.

Adsense

Ketua DPR ke-20 ini mengungkapkan, selain sebagai rumah sakit umum yang terpisah dari penangan Covid-19 dan salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19, RS Mayapada mempunyai sarana dan prasaranan yang lengkap. Memiliki sekitar 170 dokter spesialis, 30 dokter umum dan 320 perawat. Gedung tempat merawat pasien Covid-19 terpisah dengan gedung tempat merawat pasien umum. Sehingga pasien umum bisa aman dan nyaman menjalani pengobatan. 

Baca juga : Di Hadapan Mahasiswa Baru IKOPIN, Bamsoet Ingatkan Harus Jadi Generasi Berkarakter

"Di gedung tempat merawat pasien Covid-19, tersedia sekitar 15 kamar ICU. Hasil swab juga cepat keluar, dari mulai 6 jam, 1 sampai 2 hari. Dalam menangani pasien, dokter dan perawat memiliki standar operasional prosedural yang sangat ketat. Dari mulai pemberian obat yang disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien, hingga harus selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan perawat. Tak terbayang betapa gerah dan pengapnya harus memakai APD sepanjang bertugas. Karenanya, jangan sepelekan kinerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya," ungkap Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga setia mendengarkan curhatan suka duka para tenaga kesehatan selama bertugas di masa pandemi Covid-19. Berbagai kejadian sosial telah mereka terima, dari mulai dijauhi masyarakat hingga harus rela menjalankan hubungan jarak jauh dengan keluarga ataupun kekasih hati. 

Baca juga : Azis Syamsuddin Ajak Cakada Jadi Ikon Protokol Kesehatan

"Tak sepantasnya masyarakat menjauhi para tenaga kesehatan. Khususnya terhadap mereka yang tinggal di kos-kosan. Kita memang harus waspada menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan, tak boleh abai, namun juga jangan berlebihan. Mengusir ataupun mendiskriminasi tenaga kesehatan bukanlah tindakan bijak. Malah cenderung kasar dan tak beradab," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense