BREAKING NEWS
 

Upaya Ganti Pancasila Hanya Picu Kegaduhan

Reporter : SHAHIH QARDHAVI
Editor : SARIF HIDAYAT
Senin, 23 November 2020 20:55 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR  Hidayat Nur Wahid (HNW) mengungkapkan, Sosialisasi Empat Pilar MPR  diselenggarakan  antara lain untuk menyegarkan ingatan masyarakat Indonesia terhadap kesepakatan yang telah diambil oleh para Bapak dan Ibu pendiri bangsa. Tujuannya agar, kesepakatan tersebut selalu diingat, dijaga dan dilestarikan sebagai kesepahaman yang harus dipertahankan sampai kapanpun. 

Saat ini, lanjut HNW,  Sosialisasi Empat Pilar, dirasa semakin  penting. Karena belakangan  muncul berbagai gerakan yang bermaksud mengingkari dan mengubah kesepakatan tersebut. Seperti upaya mengganti Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. Juga usaha mencabik-cabik  NKRI, seperti yang dilakukan organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca juga : Sestama BPIP: Omnibus Law Pancasila Banget

"Upaya mengubah kesepahaman yang dulu sudah diamanatkan oleh para pendiri bangsa pasti akan menimbulkan penolakan, keributan bahkan korban jiwa," ungkap HNW secara daring pada acara Temu Tokoh Nasional / Kebangsaan yang diselenggarakan  MPR bekerja sama dengan Yayasan Muda Visa Mandiri, di SDIT Matahari,  Jalan Jurangmangu Barat, Tangerang,  Banten, Minggu (22/11). 

Adsense

HNW mencontohkan gerakan  OPM di Papua. Gerakan OPM sudah menimbulkan jatuhnya korban jiwa, dan terus memberi ancaman serta rasa tidak aman dikalangan masyarakat Papua. Karena itu, penting bagi Tentara Nasional Indonesia, menumpas serta menegakkan kedaulatan NKRI dari ancaman dan gangguan OPM.

Baca juga : Ganasnya Virus Sengkuni

  Hadir dalam acara tersebut, anggota FPKS MPR RI Dr. H. Mulyanto, Staf Khusus Wakil Ketua MPR TB Soenmandjaja, dan Ketua Yayasan Muda Visa Mandiri Mustopa.

  HNW melanjutkan, falsafah, dasar dan ideologi Pancasila, sudah selesai pada 18 Agustus 1945. Tidak boleh ada kelompok  yang menggugat, apalagi  berusaha mengubah kesepakatan tersebut. Karena upaya mengubah Pancasila hanya akan menimbulkan korban dan huru hara. Demikian juga bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah final dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. NKRI adalah bentuk negara yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia yang memiliki banyak kepulauan, dan dipisahkan oleh lautan.

Baca juga : Doni Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan, Caranya Patuhi Prokes

"Sampai kapanpun Sosialisasi Empat Pilar dibutuhkan oleh bangsa Indonesia, sebagaimana handphone membutuhkan charger," pungkasnya. QAR

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense