Dark/Light Mode

Ganasnya Virus Sengkuni

Senin, 16 Nopember 2020 08:14 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelelahan menghadapi pandemi Covid-19 bukan saja dapat mengganggu kesehatan mental manusia. Ancaman lebih serius adalah meningkatnya penderita depresi pada manusia. Hal ini disebabkan dari virus corona itu sendiri dan dampak ekonomi akibat penguncian diri terlalu lama. Penantian vaksin yang tidak kunjung datang serta ancaman resesi ekonomi ikut memberikan andil meningkatnya penderita depresi. Menurut kajian Harvard School of Public Health, dampak ekonomi akibat gangguan mental dan depresi pasca pandemi diperkirakan mencapai 6 triliun dolar AS pada tahun 2030.

“Pantesan banyak orang stres sekarang, Mo. Sukanya ngeyel, menang sendiri, saling menyalahkan dan asbun,” celetuk Petruk. Romo Semar enggan untuk menimpali komentar Petruk. Semar sedang gundah dengan maraknya viral video porno mirip artis. Bisa dibayangkan kalau video saru tersebut sampai dilihat anak di bawah umur. Akan tambah rusak mental generasi mendatang. Kopi pahit dan ubi rebus menghangatkan suasana pagi setelah semalam diguyur hujan. Asap rokok klobot membawanya ke zaman Mahabarata saat genting-gentingnya menjelang perang Baratayuda.

Berita Terkait : Revolusi Hijau Dan Akhlak

Kocap kacarito, Prabu Kresna diutus Pandawa sebagai duta pamungkas untuk meminta kembali separuh keraja an Hastina dan Kerajaan Amarta. Sesuai janji, Prabu Duryudana akan menyerahkan kembali kerajaan Amarta dan separuh Hastina setelah Pandawa menjalani hukuman selama dua belas tahun di tengah hutan akibat kalah main dadu. Pandawa adalah pewaris sah kerajaan Hastina setelah Prabu Pandu mangkat. Namun atas kebijakan para sesepuh kerajaan, Kerajaan Hastina dibagi dua antara Pandawa dan Kurawa.

Awalnya, Prabu Duryudana dapat menerima usulan Prabu Kresna untuk menyerahkan haknya para Pandawa. Sebagai bukti tertulis Kresna minta Prabu Duryudana menandatangani surat penyerahan kerajaan kepada Pandawa. Patih Sengkuni yang dari awal pembicaraan banyak diam kurang sependapat dengan Duryudana. Sengkuni tidak setuju kerajaan Hastina dan Amarta diserahkan kembali kepada Pandawa. Melihat suasana tidak kondusif, Patih Sengkuni memilih keluar dari persidangan tanpa pamit.

Berita Terkait : I Don`t See Red And Blue States

Rupanya Patih Sengkuni keluar untuk menemui kakak perempuannya yaitu Dewi Gandari. Gandari adalah istri Adipati Destarastra orang tua para Kurawa. Sengkuni melaporkan apa yang terjadi di parepatan agung. Mendengar laporan Patih Sengkuni, Dewi Gandari marah besar dan melabrak Prabu Duryudana. Gandari minta perjanjian dibatalkan. Kerajaan Hastina harus dipertahankan dengan perang Baratayuda dan tetes darah penghabisan.

Prabu Kresna kaget mendengar ucapan Duryudana yang membatalkan sepihak penyerahan kerajaan Hastina. Belum hilang rasa kagetnya, Prabu Kresna diserang pasukan Kurawa yang sudah lama menunggu di alun-alun. Mendapat serangan mendadak tersebut Kresna tiwikrama merubah wujudnya menjadi raksasa sebesar gunung ana kan dan mengamuk mengejar para Kurawa. Pasukan Kurawa kocar-kacir lari untuk menyelamatkan diri.

Berita Terkait : Kiprah Generasi Milenial

“Sengkuni penyebab terjadinya perang saudara, Mo,” celetuk Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Sebagai pejabat teras kerajaan ucapan dan perilaku Patih Sengkuni tidak boleh ditiru. Ucapan Sengkuni lebih ganas daripada virus corona. Wabah Sengkuni seperti adu domba, asbun dan mau menang sendiri sudah menyebar ke berbagai lini saat ini. Kalau tidak waspada perilaku Sengkuni bisa merusak tatanan politik dan budaya.” Oye