BREAKING NEWS
 

Perpres 68/2021 Tertibkan Permen

Senayan Singgung Menteri Tak Ikuti Arahan Presiden

Reporter & Editor :
ACHMAD ALI FUTHUHIN
Jumat, 27 Agustus 2021 07:07 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto menyoroti menteri-menteri yang mengeluarkan peraturan bertolak belakang dengan arahan Presiden Jokowi. Sikap menteri tersebut jelas membahayakan Presiden.

“Menteri-menteri ini kan sebenarnya orang-orang pintar. Kalau menerjemahkan arahan Presiden yang sederhana saja tidak bisa, berarti dia tidak layak menyandang jabatan menteri,” tegas Darmadi di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Menkes Distribusikan Oxygen Concentrator Ke RS Hingga Tempat Isolasi

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi menerbitkan aturan baru terkait kewenangan menteri atau lembaga dalam membuat peraturan turunan. Aturan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2021 tentang Pemberian Persetujuan Presiden terhadap Rancangan Peraturan Menteri/Kepala Lembaga.

Darmadi mengatakan, arahan Jokowi cukup sederhana, sesuai dengan visi-misinya dan undang-undang. Karena itu, dia heran jika masih ada menteri atau kepala lembaga yang tidak mampu menerjemahkan arahan Presiden.

Baca juga : Majelis Rakyat Papua Tarik Permohonan Sengketa Melawan Presiden

Menurut politisi senior PDIP ini, ada dua sebab mengapa menteri berbeda menerjemahkan arahan Presiden. Pertama, pura-pura tidak mengerti. Tipikal menteri atau kepala lembaga ini sebenarnya sangat mengerti arahan Presiden, namun sengaja dibelokkan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Kalau mengerti, kemudian pura-pura nggak mengerti, berarti moral dan etikanya yang buruk,” katanya.

Adsense

Baca juga : Kedubes Inggris Join Kemenkes Lindungi Data Pribadi Pasien

Tipikal kedua, menteri yang memang sama sekali tidak mengerti arahan Presiden. “Kalau tidak mengerti berarti kualitas dan kompetensinya buruk,” tegas Bendahara Umum Megawati Institute ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense