RM.id Rakyat Merdeka - Potret penegakan hukum di Indonesia dinilai telah berada dalam jalur yang tepat pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hukum yang ditegakkan secara bijaksana dan adil, merupakan modal paling penting bagi kedaulatan dan keutuhan sebuah negara.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin saat dihubungi, Sabtu (2/10). Dia menanggapi langkah Mahkamah Agung (MA) yang kerap menjegal upaya hukum para narapidana kasus korupsi.
Baca juga : Berantas Korupsi Di Mataram, KPK Gandeng Tokoh Agama Dan Masyarakat Adat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, sepanjang 2020 setidaknya ada 65 narapidana kasus korupsi yang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA.
Dari jumlah itu, menurut MA, hanya 8 persen saja yang dikabulkan. Sementara tahun ini, hanya 21 napi koruptor yang mengajukan PK ke MA. Dan semuanya, ditolak.
Menurut Sultan, pendekatan hukum tegas yang dilakukan Ketua MA Prof Muhammad Syarifuddin, berperan signifikan sebagai penyelamat wibawa negara. Sekaligus, mempertegas posisi institusi kehakiman yang tidak bisa didikte dan dipengaruhi oleh kekuatan politik manapun.
Baca juga : Airlangga : Posko Jaga Desa Terbukti Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat
"Proses pengadilan yang efektif dan mengedepankan hak asasi terdakwa dan narapidana membutuhkan kekuatan figur dan pola kepemimpinan transformatif dari lembaga kehakiman, Mahkamah Agung. Kita tau Integritas hakim dalam beberapa tahun terakhir seringkali disorot karena rentan dengan perilaku suap dan lain-lain," tuturnya.
Ketegasan MA yang menolak upaya hukum para napi koruptor, bisa menjadi catatan berharga bagi lembaga penegak hukum lainnya.
"Bagi saya, Prof Muhammad Syarifuddin merupakan seorang hakim agung dan abdi negara sejati yang paham dengan suasana kebatinan bangsa," puji mantan wakil Gubernur Bengkulu ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.