BREAKING NEWS
 

Biar Elektabiltasnya Rendah

PKB Tetap Pede Usung Cak Imin

Reporter & Editor :
ACHMAD ALI FUTHUHIN
Kamis, 30 Desember 2021 07:10 WIB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sama sekali tak khawatir dengan survei elektabilitas Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar, yang selalu di bawah 5 persen. Juga hanya beberapa kali disimulasikan sebagai Cawapres.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Jazilul Fawaid justru melihat, berbagai hasil survei-survei itu menjadi momentum bagi partai politik untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional. Dia yakin, tokoh-tokoh dalam bursa capres kehabisan bahan bakar sebelum 2024.

“Politik kan momentum. Saya melihat tokoh-tokoh yang muncul di survei, belum sampai pada momentumnya. Pak Ganjar, Pak Anies, Pak Ridwan Kamil, misalnya, sebentar lagi pensiun. Momentum politiknya akan hilang seiring waktu,” tuturnya dalam keterangannya, kemarin.

Dikatakan, belum adanya tokoh yang dominan di survei, harus disikapi dengan semangat untuk nama-nama lainnya yang ada di bawah.

Baca juga : Klaster Kepala Daerah, Elektabilitas Anies Ungguli Ganjar

“Politik itu setiap momentum ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada momentumnya. Nah, PKB harus ciptakan momentum. Apalagi jadwal Pemilu 2024 belum diputuskan,” yakinnya.

Melihat dari hasil berbagai survei, jika angka elektabilitas calon masih di bawah 30 persen, artinya belum ada jaminan tokoh tersebut menjadi presiden. Nama-nama yang selama ini moncer di survei masih sangat berpeluang disalip nama lain.

Adsense

“Artinya apa? Angka Pak Ganjar, Pak Prabowo, Gus Muhaimin juga sama saja, belum ada jaminan untuk menang. Kan momentum politiknya masih dua tahun. Kalau Gubernur Jateng diganti Plt (Pelaksana Tugas), beda lagi. Itulah yang saya sebut momentum,” terangnya.

Gus Jazil menambahkan, selama kurun waktu 2022-2024, akan ada 24 gubernur dan 248 bupati dan wali kota yang akan berakhir masa jabatannya sehingga diganti Plt. Pilpres 2024 juga berbeda karena ada Covid-19.

Baca juga : Tidak Masa Bodoh Terhadap Kemungkaran

“Apakah ada pengaruh Plt kepala daerah dengan Pilpres 2024? Lembaga survei gak pernah merilis itu karena lebih tertarik melihat nama-nama popular,” sindirnya.

Wakil Ketua MPR ini mengingatkan, kader-kader parpol untuk tidak rendah diri hanya hanya karena elektabilitasnya rendah. Kalah dengan nama-cama kandidat potensial yang tingkat elektabilitasnya belum signifikan. Dia mencontohkan KH. Ma’ruf Amin.

“Jangan sampai hanya karena survei 20-30 persen saja kita merasa kalah. Kiai Ma’ruf Amin kemarin nggak ada di survei, tetapi menang. Ada yang bilang karena Pak Jokowi. Tapi tentu itu bukan faktor utama. Jadi apapun caranya, politik itu momentum,” ungkapnya.

Diketahui, dalam Survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) teranyar, nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ridwan Kamil berada di lima besar tokoh potensial sebagai Capres.

Baca juga : Makin Ditekan, Elektabilitas Ganjar Malah Makin Nanjak

Sementara dalam survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) kemarin, Prabowo, Ganjar, dan Anies jadi tiga besar Capres. Nama-nama lain angka elektabilitasnya jauh dari tiga besar dan dinilai hanya akan menjadi Cawapres. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense