Dark/Light Mode

Batal Nyalon Jadi Wapres

Duterte Usung Putrinya Nyapres

Senin, 4 Oktober 2021 06:30 WIB
Rodrigo Duterte dan putrinya, Sara Duterte foto bareng dalam acara Thanksgiving pada 2019. (Foto: Karl Norman Alonzo, Presidential Photo/File).
Rodrigo Duterte dan putrinya, Sara Duterte foto bareng dalam acara Thanksgiving pada 2019. (Foto: Karl Norman Alonzo, Presidential Photo/File).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinamika politik di Filipina terus berubah. Presiden Filipina Rodrigo Duterte batal mencalonkan diri menjadi wakil presiden (cawapres). Dia memutuskan mendorong putirnya, Sara Duterte-Carpio menjadi calon presiden (capres) dalam pemilu yang bakal digelar Mei 2022.

Langkah mengejutkan ini diumumkan Duterte pada Sabtu (2/10). Menurutnya, dia mundur dari pencalonan akibat sentimen dan penolakan dari rakyat Filipina. Dengan majunya Sara, maka Senator Christopher ‘Bong’ Go yang semula disiap­kan Duterte menjadi capres, kini menjadi cawapres.

“Karena Presiden Duterte menarik pencalonannya seba­gai wakil presiden, saya akan menggantikannya (menjadi cawapres),” kata Go dikutip Reuters, kemarin.

Go mengatakan, ia akan melanjutkan program yang diusung Duterte selama menja­bat. Seperti kampanye melawan narkoba, korupsi, dan krimi­nalitas.

Baca juga : Pacman Resmi Nyapres

Duterte tidak bisa nyapres lagi berdasarkan Konstitusi Filipina. Sebab, presiden hanya bisa menjabat selama satu pe­riode berdurasi 6 tahun. Sebe­lumnya, Duterte ingin nyalon sebagai wapres. Dan, Go diusul­kan menjadi capres dari partai berkuasa, PDP-Laban.

Duterte menegaskan, kini dirinya fokus untuk menye­lesaikan masa tugasnya dan bersiap mendukung pencalonan putrinya, Sara berpasangan dengan Go.

“Jadi sudah jelas, Sara-Go? Ini Sara-Go,” kata Duterte menang­gapi pertanyaan jurnalis Reuters, kemarin.

Saat ditanya soal kapan putrinya akan mengajukan pen­calonannya sebagai capres, dia mengaku, belum tahu. “Saya benar-benar tidak tahu. Saya tidak tahu sama sekali”.

Baca juga : Empat Kandidat Bertarung Rebut Kursi Presiden LDP

Sara hingga kini belum merespons pernyataan ayahnya. Pada 16 September lalu, perempuan berusia 43 tahun itu mengu­tarakan keinginan untuk men­calonkan diri lagi dalam pemilu Wali Kota Davao City pada tahun depan, kendati banyak seruan mendorong Sara maju menggantikan ayahnya.

Nama Sara digadang-gadang jadi capres. Sebab, Wali Kota Davao City itu, masuk dalam daftar unggulan di hampir setiap jajak pendapat calon presiden Filipina.

Sara juga pernah bilang, di­rinya tak tertarik untuk menjadi Presiden Filipina. Meskipun su­dah ada politikus papan atas yang ingin meminangnya.

Namun, para analis politik memprediksi perubahan ber­potensi terjadi di menit-menit terakhir. Hal itu karena kandidat memiliki waktu pendaftaran hingga 8 Oktober mendatang, dan perubahan diperbolehkan hingga 15 November nanti.

Baca juga : Bakal Sanksi Kader Yang Didukung Nyapres, PDIP Ganjal Ganjar?

Keluarga Duterte akan ber­juang dengan serius memenang­kan pilpres. Sebab, mereka ingin melindungi Duterte dari dak­waan di dalam negeri maupun di luar negeri terkait kejahatan kemanusiaan kampanye perang melawan narkoba yang dikobar­kan sang presiden. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.