BREAKING NEWS
 

Irma Suryani Sebut Penggunaan Medsos Sudah Kebablasan

Reporter : MENTARI KUSUMA W
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 8 Februari 2022 13:44 WIB
Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Irma Suryani Chaniago menganggap, pengguna media sosial (medsos) saat ini sudah kebablasan. Dengan mengatasnamakan demokrasi, pengguna medsos menganggap semua bisa disampaikan. Mereka lupa bahwa demokrasi tidak boleh menafikan hak asasi manusia.

"Medsos kita hari ini sudah kebablasan. Demokrasi juga harus berkeadilan, karena keadilan itu bagian dari hukum. Oleh karenanya, demokrasi tidak lepas dari aturan dan perundang-undangan," ucap Irma, kepada RM.id, Selasa (8/2).

Baca juga : Dear Hijaber, Selain Deodoran Ini Pentingnya Penggunaan Pelembab Tubuh

Menurut anggota Komisi IX DPR ini, cara pandang terhadap arti demokratis telah dibelokkan oleh oknum-oknum yang ingin membuat kegaduhan. "Mereka sebenarnya tahu arti demokrasi, tetapi justru menggunakan celah-celah yang absurd itu untuk merusak arti demokrasi untuk kepentingan politik pragtis yang pragmatis," imbuhnya.

Adsense

Persepsi absurd tersebut, lanjutnya, ditangkap publik yang tidak memahami arti demokrasi dengan baik. Sehingga, dengan bebas mereka mencaci maki, menghina, dan bahkan melontarkan ujaran kebencian. Padahal demokrasi tidak boleh mengabaikan etika dan moral.

Baca juga : Bamsoet Dorong Ormas Sukseskan Pembangunan IKN Di Kaltim

"Yang bersuara dengan kritisi konstruktif tentu dibutuhkan sebagai bagian dari kontrol sistem yang efektif terhadap pemerintah agar kekuasaan pemerintah tidak absolut. Karena jika pemerintah terlalu absolut pasti mengakibatkan kediktatoran," lanjut mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 ini.

Untuk itu, lanjutnya, kritikan publik dan oposisi dibutuhkan. Namun, bagi mereka yang melakukan kritik dengan merusak persatuan dan kesatuan bangsa, menghasut, menghina, dan memprovokasi tentu harus berhadapan dengan hukum. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat luas dan sistemik. "Untuk oknum-oknum seperti ini memang ada harga yang harus mereka bayar," imbuhnya.

Baca juga : Investasi Manufaktur Naik, Jumlah Pengangguran Berkurang

Lantas, bagaimana pandangan NasDem soal oposisi yang baik? Menurut Irma, oposisi yang konstruktif adalah mereka yang melakukan kritik by data, tidak asal tidak setuju dengan semua program pemerintah yang berdampak positif pada kondisi sosial ekonomi rakyat.

"Oposan harus berani mengawal anggaran dan melakukan kontrol dengan data. Dengan demikian, kritik tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Bukan asal nggak setuju atau asal ganjal saja. Misalnya, tidak setuju dengan satu program pemerintah, di publik bilang tolak, tetapi setelah lobby di paripurna teken juga dengan catatan," pungkasnya. [TAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense