Sebelumnya
Hal sama juga dibenarkan Jubir Golkar Sulsel, Risman Pasigai. Dia menegaskan, dukungan suara 24 DPD II Partai Golkar se-Sulsel untuk Airlangga sudah bulat dan final.
Risman meminta seluruh pengurus Golkar tidak mempercayai jika ada pernyataan yang ingin memantik konflik di internal partai. “Jangan mudah percaya karena itu hanya akan merugikan partai,” kata Risman.
Baca juga : Pertamina Sumbagsel Pastikan Keamanan Suplai dan Distribusi Energi
Rencananya, Munas Golkar akan digelar Desember 2019. Sejauh ini dua figur yang telah menyatakan akan maju sebagai calon ketua umum yakni Airlangga dan Bamsoet. Keduanya menyatakan memperoleh dukungan dari sejumlah pihak di internal Golkar.
Sementara, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menepis pernyataan Bamsoet yang mencium ada indikasi aklamasi dalam pemilihan ketum. Menurutnya, pemilihan ketum dilakukan dalam forum terhormat yaitu munas.
Baca juga : Di Era Amran, Swasembada Pangan Bukan Sekadar Retorika
“Tentunya itu ada persyaratan dalam AD/ART membutuhkan dukungan minimal 30 persen. Ya itu saja menjadi bagian. Kalau pleno membahas internal, kegiatan organisasi. (Pemilihan) ketum forum lewat munas,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Bamsoet menyatakan indikasi dari aklamasi adalah menggalang dukungan sebanyak-banyaknya dan dibawa ke rapat pleno untuk dikatakan sebagai suara mayoritas. Airlangga meluruskan terkait mekanisme pemilihan Ketum Golkar.
Baca juga : Bamsoet Berhasil Patahkan Mitos
“Kalau mekanisme kan tidak pernah ada pemilihan ketum melalui pleno ya. Antara pleno dan pemilihan itu dua hal yang berbeda. Kalau saya kan udah ikut pemilihan pada Munas 2014, 2016, 2017. Mekanisme sudah hapal,” terang Airlangga.
Airlangga pun menanggapi singkat manuver Bamsoet yang mengincar kursi ketum. “Ya kan kita lihat hasil pemilu dan hasil konsolidasi,” kata Airlangga. [MHS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.