Sebelumnya
“Akan sehat bagi demokrasi jika ada oposisi yang kuat,” kata Mardani, kemarin.
Pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno menilai jalan Demokrat merapat ke Jokowi begitu terjal. Apalagi Gerindra sudah mulai merapat. Apalagi, langkah Demokrat merapat ke Jokowi terkendala hubungan SBY dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Baca juga : Entaskan Kemiskinan, Kementan Hadirkan Program Bekerja di Probolinggo
Ia juga menilai, penolakan dari internal koalisi Jokowi sangat besar. Berkaca dari dinamika politik itu, Adi menilai Demokrat harus bersiap berada di luar pemerintahan.
Konsekuensi politik yang ada ialah berada di tengah seperti periode 2014-2019 atau sekalian menjadi oposisi.
Baca juga : Gulai Kambing dan Ayam Kremes Jamuan Idul Adha di KBRI Stockholm
“Demokrat harus siap dengan konsekuensi politiknya. Relatively nonblok atau jadi oposisi sejati. Pilihan itu memang harus dipersiapkan kembali,” kata Adi.
Adi mengingatkan, sikap Demokrat yang berada di tengah itu tak menguntungkan. Pilihan itu akan membuat Demokrat dianggap tak memiliki jenis kelamin politik yang tegas. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.