Sebelumnya
Hasto akan menanggapi serius laporan tersebut. Karena sebagai momentum untuk membalikkan keadaan. Momentum hijrah dari segala bentuk hoaks, fitnah dan ujaran kebencian menjadi politik bermartabat, kedepankan nilai, etika dan budaya timur. Dengan adanya gugatan tersebut, lanjut Hasto, berarti mereka bisa merasakan.
“Pak Jokowi sudah ribuan kali bahkan melalui medsos sudah jutaan kali difitnah. Namun telinga Pak Jokowi dilapisi tembok harapan dan suara rakyat kecil yang ingin hidupnya lebih baik dibawah kepemimpinan yang penuh dengan tradisi blusukan dan dialog tersebut. Karena itulah Pak Jokowi selalu bekerja meski difitnah,” terang Hasto.
Baca juga : Jokowi: Ulama Kok Mukul
Demikian pula KH Maruf Amin, lanjut Hasto. Kiai ini selalu tersenyum dan mendoakan umatnya agar berakhlak mulia dan berbudi pekerti baik. “Karena itulah, pertanyaan sederhana saya di balik gugatan tersebut, mau bangsa ini baik? Pilihlah pemimpin dengan rekam jejak, kepribadian dan program yang baik,” paparnya. Dia berharap semoga gugatan tersebut disertai niat baik, untuk berpolitik dengan kebaikan, dan bersama-sama bangun tekad untuk menerangi hoaks dan fitnah.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani menilai langkah TAIB melaporkan Hasto ke Bawaslu tak berdasar. Menurut dia, Hasto sama sekali tidak menyinggung nama siapa pun saat menawarkan kepada masyarakat untuk memilih “penyebar fitnah” atau “yang difitnah.”
Politikus PPP ini menyebut bahwa Hasto hanya menyampaikan hal normatif tanpa bermaksud merendahkan Prabowo. “Kami punya keyakinan Pak Hasto tidak bermaksud untuk menghina, menista, atau melemahkan nama baik seseorang, katakanlah Pak Prabowo ataupun Pak Sandi,” kata Arsul.
Baca juga : TKN Jokowi Buka Pintu Untuk PBB
“Toh tidak disebutkan oleh Pak Hasto bahwa Pak Prabowo itu tukang fitnah atau tukang bohong, kan tidak seperti itu. Itu statement (pernyataan) yang umum saja,” tambahnya. Meski begitu, Arsul menilai pelaporan Hasto ke Bawaslu adalah hal yang biasa. Semua orang, kata Arsul, berhak melapor ke Bawaslu maupun kepolisian. Namun dia yakin pelaporan itu tidak akan berlanjut sampai ke tahap pemberian sanksi atau pidana.
Sementara pengamat politik senior Rustam Ibrahim mendukung langkah Hasto melancarkan kampanye negative ke kubu seberang. “Sudah terlalu lama pendukung Jokowi menahan diri, menghindar dari kampanye negative. Sudah waktunya melibatkan diri dalam kampanye negative. Tapi jangan tanggung. Push to the limit. Tapi tetap gunakan juga kampanya positif,” jelas Rustam dalam cuitannya di @RustamIbrahim. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.