Sebelumnya
“Karena beliau dalam kerja sama Gerindra PKB adalah orang yang akan menentukan semuanya itu dan kita menghargai. Siapa yang akan setujui pak Muhaimin? Bisa saja dirinya dan kita menghargai,” ujar Muzani.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memaklumi jika Imin begitu keras berjuang menjadi cawapres. Sebab, mimpi maju sebagai cawapres sudah muncul dalam diri Imin sejak Pemilu 2019 lalu, meskipun gagal terwujud.
“Ibaratnya bagi Cak Imin, jadi cawapres tuh sudah harga mati. Makanya sudah banyak ketemu, baik dengan mantan wapres maupun dengan wapres saat ini sudah bersilaturahmi,” kata Ujang.
Baca juga : Andi Gani: Gibran Pasti Tolak Jadi Cawapres Prabowo
Namun, apakah usaha keras Imin akan berhasil, Ujang menilai peluang itu masih fifty-fifty. Sebab, dalam politik, semua bisa berubah hingga detik-detik terakhir. Apalagi, jika dalam KKIR nantinya muncul partai lain seperti Golkar untuk bergabung.
“Yang penting manusia itu berdoa maksimal dan usaha maksimal, dan itu sudah dilakukan Cak Imin,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu.
Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Dia menilai, kunjungan Imin ke sejumlah tokoh sebagai usaha kerasnya mencari dukungan demi bisa bersanding dengan Prabowo di Pilpres 2024.
Baca juga : Tunggu Titah Jokowi, Barikade 98 Cari Capres Pro Agenda Reformasi
“Jadi pertemuan dengan sejumlah tokoh itu ya menebalkan keinginan Cak Imin ngebet banget jadi cawapresnya Prabowo,” kata Adi.
Padahal, lanjut Adi, hal terpenting yang harus dilakukan Imin adalah meyakinkan Prabowo agar dirinya bisa dipilih sebagai cawapres. Sedangkan pertemuan dengan sejumlah tokoh politik itu, kata dia, hanya sebatas sharing pengalaman dan mencari dukungan mental.
Apalagi, mereka tidak punya tiket untuk mewujudkan keinginan Imin menjadi cawapres. Sebab keputusan itu berada di tangan Prabowo bersama Gerindra.
Baca juga : Relawan MPG: Bakal Capres Lain Tak Sebanding Dengan Ganjar
“Percuma bertemu tokoh-tokoh sebanyak itu kalau Prabowo dan Gerindra tak merestui Cak Imin sebagai cawapres. Kuncinya disitu,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.