RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra diyakini memiliki jaringan kuat negara-negara Asia. Wawasan tinggi dan koneksi internasional, menjadi syarat wajib kandidat Pilpres 2024 untuk menempati posisi eksekutif yang tidak hanya membahas urusan domestik juga luar negeri.
"Selama ini Pak Prabowo diketahui punya hubungan kuat dengan negara-negara Barat. Nah, Pak Yusril ini pelengkapnya karena hubungan Pak Yusril kuat di negara Asia, negara Timur lah," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBB Solihin Pure, kepada RM.id, Kamis (14/9).
Indikator itulah, kata Pure, menjadi salah satu pertimbangan PBB memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Baca juga : Kim Jong Un Tiba Di Rusia, Siap Jumpa Putin Di Tengah Ancaman AS
Ketua Umum Partai Gerindra itu dianggap mempunyai wawasan dan koneksi internasional yang sangat luas. Sama seperti Prabowo, Yusril juga merupakan sosok yang memiliki wawasan, rekam jejak, dan koneksi internasional yang sudah dikenal luas.
Tidak hanya itu, koneksi internasional Prabowo dan Yusril juga saling melengkapi satu sama lain.
Dirincikan, Yusril aktif di berbagai organisasi internasional, seperti ASEAN, Asian–African Legal Consultative Organization (AALCO), dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Baca juga : Ninik Mamak Se-Sumbar Siap Menangkan PBB Dan Prabowo
"Di forum-forum internasional, apabila Prabowo sedang berhalangan, Yusril dapat menggantikannya untuk hadir," katanya.
Ibaratnya, Yusril dapat menjadi seperti Jusuf Kalla (JK) yang begitu aktif di forum-forum internasional. Pasalnya, saat JK menjadi Wapres baik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi), JK sangat dipercaya mewakili negara di forum internasional seperti Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa.
"Nantinya seperti Pak Jusuf Kalla, wakil presiden yang begitu gagah dan percaya diri di forum dan panggung internasional," yakinnya.
Baca juga : Tokoh Masyarakat Aceh Dukung Yusril Bersanding Bareng Prabowo
Intinya, kata Pure, salah satu kapasitas yang harus dilihat dari kandidat capres-cawapres adalah wawasan dan koneksi internasional. Logikanya, menjadi Presiden dan Wakil Presiden tidak hanya mengurus urusan domestik dalam negeri. Namun, internasional.
"Ada dialog, kerja sama, lobi-lobi dengan negara-negara lain. Kalau tidak punya koneksi internasional, bagaimana mau jalin hubungan, kan kira-kira begitu," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.