RM.id Rakyat Merdeka - Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai, kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya adalah skandal terbesar setelah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Soalnya, Jiwasraya meminta dana talangan atau bailout sekitar Rp 32 triliun.
"Saya ingin mengatakan, kasus Jiwasraya adalah skandal industri asuransi terbesar. Setelah BLBI, ini adalah yang terbesar kedua. Jiwasraya minta dana talangan Rp 32 triliun," ujar Didi Irawadi saat diskusi cross check, di Upnormal Coffee, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jakarta, Minggu (29/12).
Baca juga : Ini Eks Pejabat Kemenag yang Jadi Tersangka Baru di KPK dan Konstruksi Perkaranya
Didi mengungkapkan, masalah Jiwasraya ini sudah dimulai sejak krisis moneter melanda pada 1998. Namun puncaknya terjadi pada 2018. Karena itu, lebih baik, kata Didi pemerintah tidak menyalahkan siapa-siapa.
"Hari ini, tidak boleh menyalahkan siapa-siapa. Demokrat dan pemerintah SBY siap buka-bukaan, seluas-luasnya. Saya kira, pemerintah Pak Jokowi dan PDIP juga sama, supaya tidak saling tuding, kita buka di Pansus," tutur anggota Komisi X DPR ini.
Didi pun meminta Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turun tangan mengusut kasus yang saat ini sudah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
Baca juga : Latvia, Mitra Dagang Terbesar Indonesia Di Kawasan Baltik
"Saya mantan Komisi III, minta Kejagung dan Polri serius. KPK yang baru, buktikan. KPK dengan Bapak Firli, mampu atau tidak. Ini ada kasus besar, keroyok saja. Karena ini menyangkut nasib jutaan nasabah, juga pemerintah Jokowi. Ini penting supaya tidak timbul spekulasi yang tidak-tidak," imbau Didi.
Sementara Politikus PDIP Deddy Sitorus memastikan, pemerintahan Jokowi tak ingin menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
"Pemerintah saat ini sudah memegang skenario penyelamatan. Misal, zaman lalu sudah bicara karena kita tidak setuju dengan bailout. Pengalaman bailout punya cerita duka. Kami mengatakan tidak setuju bailout, tapi itu jalan terakhir," jelas Deddy. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.