RM.id Rakyat Merdeka - Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mengumumkan dukungan pada Paslon 01, Jokowi-Amin. Meskipun ada yang mendukung paslon lain, dipastikan jumlahnya tidak lebih dari 80 orang.
Dukungan terhadap Paslon 01 diputuskan dalam Rakornas PBB di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, kemarin. Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra langsung mengumumkan dukungan tersebut.
"Keputusan ini adalah keputusan bulat yang wajib kita tunaikan dan laksanakan bersama dengan tetap hargai perbedaan pendapat," kata Yusril dalam pidato politiknya.
Yusril mengakui, ada dinamika yang terjadi saat pengambilan keputusan. Majelis Syuro PBB yang dipimpin MS Kaban mendukung Prabowo-Sandi. Namun setelah bermusyarawah, keputusan pun diputuskan.
Baca juga : Jokowi: Mereka Akan Berpenghasilan Tetap Setara Golongan II/A
"Partai menyerukan pada seluruh fungsionaris dan anggota partai untuk mentaati keputusan dengan menghargai perbedaan pendapat," kata Yusril.
Yusril tidak menampik, saat ini ada sejumlah caleg PBB yang tetap ngotot mendukung Paslon 02. Menurutnya, itu sikap pribadi yang tidak bisa dipaksakan. Lagian, caleg yang bersebrangan dengan keputusan DPP tidak banyak jumlahnya. Cuma sekitar 80 orang caleg saja.
"Caleg yang diusung PBB jumlahnya lebih dari 15.000. Sedangkan, yang berbeda pendapat cuma 80 orang," kata Yusril.
Adapun, caleg tersebut terdiri dari calon anggota DPR RI sebanyak 497 orang. Kemudian, calon anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota sebanyak lebih dari 14.500 orang.
Baca juga : Demokrasi Jadi Democrazy
Menurut Yusril, seluruh kader PBB sudah solid untuk menjalankan keputusan partai yang mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Adapun, 80 caleg yang berbeda pilihan itu tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.
Dengan demikian, menurut Yusril, suara mayoritas kader dan caleg dari partainya setuju mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. Meski demikian, Yusril mempersilakan 80 caleg tersebut memiliki beda pilihan. "Jadi jumlahnya tidak cukup banyak. Kami punya data lengkap siapa saja mereka yang berbeda itu," kata Yusril.
Apa ada sanksi? Pakar hukum tata negara ini mengatakan, tidak ada sanksi bagi kader maupun caleg yang berbeda sikap politik. "Tidak ada (sanksi). Kami tetap hormati perbedaan pendapat," tegasnya.
Namun, Yusril mengingatkan agar caleg yang diusung melalui partainya tidak membuat masalah. Apalagi kalau sampai berupaya melakukan perpecahan di internal partai.
Baca juga : Terminal Bus Lebak Bulus Masih Diminati Saat Liburan
"Tapi baik-baiklah di partai, jangan serang-menyerang, caci maki, fitnah. Saya pikir mayoritas PBB diam dan sopan, tapi ada juga yang suaranya lantang," kata Yusril.
Seperti diketahui, sikap politik berbeda digaungkan oleh MS Kaban. Bahkan, eks Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sempat deklarasi Poros Mekah bersama sejumlah caleg PBB untuk mendukung Prabowo-Sandi.
Kemarin, Kaban pun ikut hadir dalam Rakornas PBB. Bahkan, Kaban diberikan waktu oleh panitia untuk menyampaikan tausiah politik terhadap para peserta rakornas yang datang dari seluruh Indonesia. [HEN/MHS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.